Satgas Covid-19 Menyayangkan Tim RI Dipaksa Mundur dari All England

Satgas berharap atlet dan official tim bulutangkis Indonesia yang seharusnya berlaga di ajang All England tetap sehat hingga nanti kembali ke tanah air.
Image title
18 Maret 2021, 19:01
satgas covid-19, all england, inggris, olahraga, covid-19, virus corona, pandemi corona, pandemi, jakarta, gerakan 3M
Youtube BNPB
Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof. Wiku Adisasmito di kantor BPNP dalam konferensi video, Minggu (5/4). Wiku menyatakan Pemerintah Indonesia menghormati keputusan regulator Inggris yang mewajibkan tim bulutangkis Indonesia karantina selama 10 hari dan terpaksa mundur dari ajang All England karena satu pesawat dengan penumpang yang terkonfirmasi positif Covid-19.

Satgas Penanganan Covid-19 sangat menyayangkan peristiwa pembatalan partisipasi tim nasional bulutangkis Indonesia di ajang All England terkait protokol kesehatan. Meski begitu, Pemerintah Indonesia tetap menghormati regulasi penanganan pandemi Covid-19 yang berlaku di Inggris. 

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Prof. Wiku Adisasmito, mengatakan saat ini kesehatan atlet dan ofisial tim bulutangkis Indonesia menjadi yang utama, apapun keputusan regulator di Inggris. Dia pun berharap tim Indonesia bisa terus sehat hingga kembali ke Tanah Air. 

"Satgas berharap atlet dan official terus bersemangat," kata Wiku dalam konferensi pers secara daring pada Kamis (18/3). 

Lebih lanjut, dia mengatakan pemerintah yakin setiap ajang olahraga yang digelar di mana pun akan selalu menjunjung tinggi prinsip sportivitas. Terutama yang mengacu pada penghormatan, pengakuan, dan tolerasi sesama insan olahraga.

Advertisement

"Hal itu untuk menciptakan persaingan yang positif tanpa niat merugikan pihak lain atau berlaku curang di dalam maupun di luar pertandingan," kata dia. 

Seperti diberitakan sebelumnya, seluruh tim bulu tangkis Indonesia baik atlet, pelatih, hingga ofisial terpaksa mundur karena masalah protokol kesehatan Covid-19. Hal ini lantaran terdapat penumpang satu pesawat dengan tim Indonesia yang terdeteksi positif Covid-19 saat penerbangan dari Istanbul ke Birmingham.

Sesuai aturan di Inggris, jika berada pada satu pesawat yang sama dengan kasus positif, maka mereka yang satu penerbangan harus menjalani isolasi 10 hari. Ini artinya tim harus mundur dan menjalankan isolasi sampai 23 Maret 2021 di Crowne Plaza Birmingham City Centre.

Manajer Tim Indonesia Ricky Soebagdja mengatakan hingga saat ini tim tak diberitahu siapa, berapa orang, dan dari mana kasus positif tersebut. “Ini kejadian yang luar biasa menyakitkan dan mengecewakan kami semua,” kata Ricky, Kamis (18/3) dikutip dari Antara.

Para anggota tim badminton RI juga menyampaikan protes kepada Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF). Mereka menganggap BWF tak bersikap adil ke seluruh tim lantaran laga pembuka turnamen tertunda lima jam lantaran beberapa atlet India, Denmark, dan Thailand terbukti positif corona.

Saat itu BWF menggelar tes ulang kepada atlet dan pelatih serta berujung izin tampil bagi mereka yang negatif. “Must be responsible, so unfair (Harus tangung jawab, sangat tidak adil) @bwf.official,” demikian unggah pebulu tangkis ganda putra RI Fajar Alfian dalam akun Instagram-nya, Kamis (18/3).

Atlet ganda putra lainnya, Marcus Fernaldi Gideon menganggap BWF telah gagal mengatasi hal tersebut. Apalagi mereka tak mendapatkan perlakuan yang sama dengan negara lain.

Selain itu, tim Indonesia telah menjalankan tes usap usai tiba di Birmingham dengan hasil negatif. “BWF seharusnya menerapkan sistem gelembung untuk menjamin keamanan para pemain,” kata Marcus.

Meski demikian, hingga berita ini ditulis BWF belum merespons kecaman dari para atlet RI. Organisasi yang dipimpin Poul-Erik Høyer Larsen itu juga masih terus melanjutkan kejuaraan tahunan ini.

Masyarakat dapat mencegah penyebaran virus corona dengan menerapkan 3M, yaitu: memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak sekaligus menjauhi kerumunan. Klik di sini untuk info selengkapnya.
#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #cucitangan

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait