Perusahaan Startup Pecat Karyawan Lewat Zoom di Tengah Pandemi Corona

Aplikasi Zoom memang banyak digunakan untuk rapat online hingga memecat karyawan sebagai upaya mencegah penyebaran virus corona.
Image title
31 Maret 2020, 10:02
startup, digital, virus corona, zoom
ANTARA
Ilustrasi, video conference. Pengguna aplikasi Zoom meningkat setelah pandemi virus corona. Sebab, banyak perusahaan terutama startup melaksanakan rapat online hingga pemecatan karyawan melalui video conference.

Pandemi virus corona membuat banyak perusahaan menerapkan work from home atau bekerja dari rumah. Penggunaan aplikasi digital Zoom pun meningkat terutama di perusahaan startup untuk menggelar rapat online hingga memecat karyawan. 

Startup pembuat skuter listrik Bird memecat sekitar 400 atau sekitar 30% dari total karyawannya akibat pandemi corona. Perusahaan tersebut pun menggunakan Zoom untuk memutus hubungan kerja karena tidak bisa memanggil karyawannya ke kantor.

"Kalau dipikir-pikir, kami seharusnya melakukan panggilan satu per satu kepada ratusan orang yang terkena dampak, selama beberapa hari," kata CEO Bird Travis VanderZenden dikutip BBC.com pada Senin (30/3). 

Platform perjalanan bisnis TripActions asal AS juga telah memecat 297 dari 1.100 karyawannya. Pemecatan karyawannya juga dilaksanakan melalui Zoom.

Advertisement

"Melakukannya dengan konferensi video mungkin merupakan cara paling mengerikan dalam memecat seseorang," kata CEO TripActions Ariel Cohen.

Ariel menjelaskan, dengan menggunakan Zoom, pihak perusahaan perlu memiliki keberanian untuk menatap mata seseorang dalam sebuah aplikasi. "Tapi sekarang, kami tidak bisa membawa mereka ke kantor," kata dia. 

(Baca: 8 Aplikasi untuk Work From Home Panen Transaksi saat Pandemi Corona)

Beberapa startup lainnya memang sudah memecat karyawannya untuk efisiensi dampak dari pandemi corona. Startup rental apartement Sonder telah menghentikan pembayaran untuk sekitar sepertiga dari total 1.200 karyawan. 

Startup yang didukung Airbnb, Zeus Living telah memangkas 30% karyawan. Platform pemesanan transportasi asal Israel Bookaway telah mengumumkan rencana untuk memotong gaji dan memberhentikan staf.

Begitu juga dengan startup skuter elektrik asal AS, Lime yang bersiap memangkas karyawannya akibat corona. Lime sudah mengumumkan rencana untuk berhenti dan menghentikan layanannya di sebagian besar tempat. Perusahaan sedang mencari cara untuk mendapatkan putaran pendanaan baru yang sifatnya darurat.

Di tengah pandemi, aplikasi Zoom memang mengalami peningkatan penggunaan. Zoom dapat menghubungkan hingga 1.000 pengguna dalam satu panggilan untuk WFH.

Berdasarkan analisis dari JP Morgan dikutip dari MarketWatch.com, jumlah pengguna aktif harian Zoom naik 378% pada Maret 2020, dibandingkan Maret tahun sebelumnya. Menurut data Apptopia, pengguna aktif bulanan pun naik 186%.

Saham Zoom pun telah melonjak sekitar 50% dalam sebulan terakhir. Dikutip dari Forbes, pada Rabu (25/3) harga saham Zoom telah tembus sampai US$ 106,8 atau Rp 1,7 juta. Harga samah itu merupakan tertinggi sepanjang masa Zoom.

 

(Baca: Transaksi Amazon, Facebook dan Microsoft Melonjak saat Pandemi Corona)

Reporter: Fahmi Ahmad Burhan
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait