Gojek dan Grab Punya Cara Mencegah Penularan Virus Corona Lewat Helm

Gojek dan Grab sama-sama menyediakan penutup kepala bagi konsumen demi mencegah penularan virus corona lewat helm.
Image title
23 Maret 2020, 21:50
virus corona, gojek, grab
ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat
Ilustrasi, dua orang pengemudi ojek online berbincang di Jalan Thamrin, Jakarta, Senin (17/2/2020). Gojek dan Grab memiliki strategi untuk mencegah penularan virus corona melalui helm.

Beberapa penelitian menyebut virus corona dapat menempel di benda seperti helm. Gojek dan Grab pun menyusun strategi agar virus bernama Covid-19 itu tidak menyebar melalui helm.

Chief Public Policy and Government Relations Gojek Group Shinto Nugroho mengatakan pihaknya telah memberi edukasi kepada mitra pengemudi untuk disinfektan helm yang digunakan. Selain itu, perusahaan mengimbau mitra pengemudi menawarkan penutup kepala maupun masker.

"Kami juga sediakan dari awal, teman-teman yang biasa naik Gojek selalu ditawarkan masker dan penutup kepala, karena masker saat ini harganya luar biasa, kami selalu tawarkan penutup kepala," ujar Shinto dalam konferensi pers online di Jakarta, Senin (23/3).

Selanjutnya, perusahaan itu mengimbau pelanggan menggunakan helm pribadi untuk menghindari kemungkinan adanya penyebaran virus corona.

Advertisement

Di sisi lain, Head of Public Affairs Grab Tri Sukma Anreianno mengatakan perusahaan telah membagikan 100 ribu masker dan jaring penutup kepala dimulai di Jakarta sejak Selasa (17/3) lalu.

"Kami juga membagikan voucher kepada mitra driver untuk bisa mencuci helmnya dengan harga diskon. Kami harap dengan cara itu bisa memudahkan dan membuat helm mereka bersih dan pelanggan merasa aman dan nyaman," ujar Tri dalam konferensi pers online di Jakarta, Senin (23/3).

(Baca: Orderan Pengemudi Ojol Anjlok 50% Efek Corona, Gojek Siapkan 8 Langkah)

Sebelumnya, Gabungan Aksi Roda Dua (Garda) meminta aplikator seperti Gojek dan Grab membuat protokol kesehatan bagi mitra pengemudi ojek online. Garda mengimbau pengemudi ojek online menggunakan helm Standar Nasional Indonesia (SNI) sendiri demi kenyamanan, kesehatan dan keamanan.

“Kami akan sampaikan kepada aplikator akan membuat protokol kesehatan standar mereka,” kata Ketua Presidium Garda Igun Wicaksono kepada Katadata.co.id, Senin (16/3).

Asosiasi juga sudah mengeluarkan protokol kesehatan bagi pengemudi ojek online. Di antaranya menggunakan masker kesehatan, helm SNI berpenutup wajah, sarung tangan bersih, atribut lengkap, penutup leher, sepatu dan kaos kaki, dan hand sanitizer.

Garda juga mengimbau pengemudi ojek online membersihkan atribut dengan disinfektan sebelum dibawa masuk ke rumah. Rajin minum vitamin dan mencuci tangan, serta menjaga kebersihan.

Selain itu, menyiapkan kantong plastik untuk menyimpan uang kertas atau logam. Pengemudi ojek online juga diminta cek kesehatan jika mengalami gejala flu dan batuk. Hingga saat ini, asosiasi pengemudi ojek online menyebut permintaan layanan menurun hingga 50% karena pandemi corona.

(Baca: Corona Mewabah, Gojek & Grab Beri Pengemudi Bantuan Keuangan & Masker)

Reporter: Cindy Mutia Annur
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait