Facebook Terus Kampanye Stay Home, Imbau Pengguna Tak Mudik Lebaran

Facebook menyiapkan empat strategi dalam mengatasi Covid-19, mulai dari imbauan tak mudik hingga cegah hoaks di platformnya.
Cindy Mutia Annur
19 Mei 2020, 19:00
facebook, mudik lebaran, pandemi corona, covid-19
Katadata
Ilustrasi, logo facebook. Perusahan teknologi tersebut menyiapkan empat strategi untuk mengatasi pandemi corona.

Facebook menyiapkan empat stategi khusus untuk mengatasi pandemi corona. Salah satu caranya dengan mengimbau pengguna tak mudik Lebaran tahun ini.

Apalagi kasus positif virus corona di Indonesia terus bertambah hingga mencapai 18 ribu orang. "Kami punya stiker 'Stay Home', tujuannya sebagai pesan dan pengingat agar pengguna kami tetap di rumah, termasuk tidak mudik untuk mencegah penyebaran corona," ujar Manajer Kampanye Kebijakan Facebook Indonesia Noudhy Valdryno dalam video conference, Selasa (19/5). 

Selain itu, Valdryno mengatakan, perusahaan terus berusaha memberikan informasi yang akurat kepada para pengguna. Salah satu caranya dengan mencantumkan pesan-pesan kesehatan dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) di aplikasi Instagram maupun Facebook. 

Selain itu, perusahaan bekerja sama dengan  Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) chatbot corona. "Kami berkolaborasi dengan semua organisasi ternama yang informasinya valid dan kami akan bantu menyebarkan informasi tersebut sebanyak-banyaknya ke pengguna kami," ujar Valdryno.

Advertisement

(Baca: Riset Facebook & CSIS: PSBB Tak Berdampak Besar pada Penyebaran Corona)

Menurut dia, Facebook berusaha memutus rantai misinformasi dan konten berbahaya di platformnya. Perusahaan bahkan telah meningkatkan kemampuan dan sumber daya manusia (SDM) di seluruh dunia untuk memerika informasi dan fakta-fakta menyesatkan yang membahayakan pengguna.

"Itu langsung dihapus oleh platfrom kami. Kami pun telah menambah pemerisa fakta pihak ketiga Facebook," kata dia.

Strategi ketiga yaitu memberikan dukungan kepada tenaga kesehatan yang berjuang melawan virus corona. "Sudah ada beberapa penggalangan dana yang kami lakukan bersama WHO, UNICEF, dan organisasi lainnya, yang teranyar yakni memberikan sekitar US$ 10 juta dalam penggalangan tersebut," kata dia.
 
Keempat, Valdryno mengatakan, Facebook dan unit bisnisnya turut membantu para usaha mikro kecil menengah (UMKM) yang terdampak pandemi. Salah satunya dengan memberikan sejumlah pelatihan kewirausahaan secara online serta hibah untuk usaha mereka.

"Kami baru saja meluncurkan fitur memesan makanan langsung dari Instagram Story untuk membantu para UMKM di bidang makanan," ujar dia.

(Baca: Karyawan Google dan Facebook Bekerja dari Rumah hingga Akhir Tahun)
 

Reporter: Cindy Mutia Annur
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait