ESDM: Butuh Tambahan 5.200 MW untuk Capai Bauran EBT 23% pada 2025

Kementerian ESDM menargetkan produksi listrik dari EBT pada tahun ini mencapai 34.406 Gwh. Hingga Mei 2020, produksi listrik EBT hanya 15.805,49 Gwh.
Image title
28 Juli 2020, 18:49
energi baru terbarukan, ebt, esdm
ANTARA FOTO/Arnas Padda/yu/aww.
Ilustrasi, area Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) Tolo di Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, Kamis (9/7/2020). Kementerian ESDM menargetkan bauran energi baru dan terbarukan (EBT) pada tahun ini sebesar 11,51% dari target 23% pada 2025.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral atau ESDM perlu upaya keras mencapai target bauran energi baru terbarukan atau EBT sebesar 23% pada 2025. Pasalnya, penambahan produksi listrik dari EBT masih rendah dalam lima tahun ke depan.

Direktur Jenderal Energi Terbarukan dan Konservasi Energi Kementerian ESDM FX Sujiastoto memproyeksi kapasitas pembangkit listrik dari EBT hanya bertambah 500 megawatt (MW) per tahunnya. Itu berarti, penambahan bauran energi dari pembangkit listrik EBT dalam lima tahun ke depan hanya 2500 MW.

Oleh karena itu, pemerintah akan menggenjot penambahan pembangkit berbasis EBT pada tahun ini.  "Kami mau menambah pembangkit pada tahun ini. Untuk capai target, butuh 20.000 MW pada 2024, gap-nya siginifikan, ini perlu upaya percepatan," ujar Sujiastoto dalam konferensi pers virtual, Selasa (28/7).

Jika berdasarkan business as ussual (BaU), produksi listrik dari EBT pada 2024 hanya sebesar 12,800 Gwh. Jika mengikuti Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional ( RPJMN), percepatan produksi listrik dari EBT pada 2024 hanya mencapai 19.350,5 GWh.

Sedangkan proyeksi produksi listrik EBT dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) pada 2024 sebesar 17.106,6 GWh. Pemerintah pun mendorong PLN melaksanakan program Green Booster dengan mengoptimalisasi potensi EBT yang ada.

Beberapa di antaranya proyek PLTA hydro waduk dengan kapasitas sebesar 414,1 MW, PLTS Eks Tambang, Terapung dan PS PLTU dengan kapasitas sebesar 1.159,6 MW, serta cofiring dan konversi PLTD sebesar 3.627 MW. 

Dengan cara tersebut, ada tambahan pembangkit EBT sebesar 5.200,7 MW. Sedangkan target bauran energi hingga akhir tahun ini hanya 11,51% atau setara produksi listrik 34.406 gigawatt hour (Gwh). Jumlah tersebut terdiri dari energi air sebesar 18.627 Gwh, panas bumi sebesar 14.774 Gwh, dan EBT lainnya sebesar 1.005 Gwh.

Hingga Mei 2020, produksi listrik dari EBT mencapai 15.805,59 Gwh dengan 14,21% bauran energi. Rinciannya, sektor tenaga air menghasilkan 9.085,89 Gwh, sektor panas bumi sebesar 6.494 Gwh, dan sumber EBT lainnya 225,7 Gwh.

 

 

 

 

 

 

Reporter: Verda Nano Setiawan, Febrina Ratna Iskana

Video Pilihan

Artikel Terkait