Harga Logam Mulia Antam Turun Tajam Hingga Rp 17 Ribu per Gram

Konflik AS dan Iran mulai reda, emas tidak lagi jadi incaran investor. Harga emas pun melemah setelah menyentuh level tertinggi dalam tujuh tahun terakhir.
Image title
Oleh Febrina Ratna Iskana
9 Januari 2020, 09:47
harga emas, amerika serikat
ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto
Ilustrasi, pramuniaga menunjukkan emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) di sebuah gerai emas di Malang, Jawa Timur, Senin (6/1/2020). Harga emas Antam pada Kamis (9/1) dijual seharga Rp 782 ribu per gram.

Harga emas jatuh setelah konflik Amerika Serikat (AS) dan Iran tidak lagi memanas. Harga emas Antam bahkan turun hingga Rp 17 ribu menjadi Rp 782 ribu per gram pada perdagangan Kamis (9/1).

Dilansir dari Reuters, konflik AS dan Iran sempat melambungkan harga emas hingga US$ 1.610,9 per ons, harga tertinggi sejak Maret 2013. Harga emas sempat turun mendekati 1% menjadi US$ 1.559,22 per ons pada penutupan perdagangan hari kemarin.

Kemudian, harga emas kembali turun 0,05% menjadi US$ 1.554,99 per ons pada perdagangan Kamis (9/1) pukul 08.00 WIB. Hal tersebut dipengaruhi pernyataan Presiden AS Donald Trump yang menyebut serangan rudal Iran ke pangkalan militer di Irak tidak membahayakan pasukan Negara Paman Sam tersebut.

Pernyataan itu membuat Iran menghentikan serangan. Pemerintah Iran bahkan menyatakan pihaknya tidak menginginkan perang sebagai respon terhadap kematian komandan militer Qassem Soleimani.

(Baca: Manfaatkan Konflik AS-Iran, Analis Rekomendasikan Saham Emiten Emas)

Ketegangan di Timur Tengah pun berkurang sehingga emas tidak lagi menjadi buruan para investor. Senior Market Analyst di OANDA Edwart Moya memproyeksi harga emas dalam periode pendek bisa bergerak ke level terrendah berkisar US$ 1.550 per ons dan harga tertinggi mencapai US$ 1.640.

"EKspektasinya tidak ada perang. Namun katalis lainnya tetap berpihak pada emas," ujar Edward seperti dikutip dari Reuters pada Kamis (9/1).

Emas memang biasa menjadi aset penting dalam periode ketidakpastian politik dan ekonomi. Situasi geopolitik dan ekonomi termasuk tensi dagang AS dan Tiongkok, Brexit, dan kebijakan moneter bank sentra AS The Federal Reserve telah mempengaruhi pergerakan harga emas pada tahun lalu.

World Gold Council menyatakan situasi geopolitik dan ekonomi tetap berpengaruh terhadap pergerakan harga emas tahun ini. Investor pun mengamati data ekonomi dari AS sebagai salah satu faktor yang mempengaruhi harga emas dunia.

(Baca: Harga Emas Dunia Naik Terus, Logam Mulia Antam Dijual Rp 799 ribu/gram)

Di sisi lain, harga emas Antam juga ikut turun. Penjualan kembali emas Antam di Butik Emas Pulo Gadung pada hari ini pukul 08.44 WIB turun Rp 18 ribu menjadi Rp 696 ribu per gram. Daftar harga emas Antam berdasarkan bobot yang dijual di Butuk Emas Pulo Gadung seperti dilansir dari logammulia.com sebagai berikut:

Emas batangan 0,5 gr: Rp 415.500
Emas batangan 1 gr: Rp 782.000
Emas batangan 2 gr: Rp 1.513.000
Emas batangan 3 gr: Rp 2.248.000
Emas batangan 5 gr: Rp 3.730.000
Emas batangan 10 gr: Rp 7.395.000
Emas batangan 25 gr: Rp 18.380.000
Emas batangan 50 gr: Rp 36.685.000
Emas batangan 100 gr: Rp 73.300.000
Emas batangan 250 gr: Rp 183.00.000
Emas batangan 500 gr: Rp 365.800.000
Emas batangan 1.000 gr: Rp 731.600.000

(Baca: Harga Emas & Minyak Dunia Turun, Saham Sektor Tambang Ikut Berguguran)

Video Pilihan

Artikel Terkait