Ada Pertemuan OPEC, Harga Minyak Terus Menguat pada Pekan Ini

Negara OPEC berencana memangkas produksi lebih banyak lagi tahun depan untuk mendongkrak harga minyak.
Image title
Oleh Verda Nano Setiawan
6 Desember 2019, 08:02
harga minyak, OPEC
Katadata
Ilustrasi, kilang minyak. Harga minyak terus menguat dalam pekan ini didorong rencana OPEC memangkas produksi lebih tinggi pada tahun depan.

Harga minyak melanjutkan tren positif jelang berakhirnya pertemuan Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC). Dalam pekan ini, harga minyak terus menguat karena rencana OPEC memangkas produksi lebih besar pada tahun depan.

Berdasarkan data Reuters, harga minyak jenis Brent naik 28 sen menjadi US$ 63,28 per barel. Sedangkan minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) turun sedikit sebesar 10 sen menjadi US$ 58,33 per barel.

Menteri Energi Rusia Alexander Novak menyampaikan panel menteri anggota utama OPEC dan sekutu yang dipimpin oleh Rusia, yang dikenal sebagai OPEC +, merekomendasikan penurunan produksi lebih besar 500.000 barel per hari (bph) dari kesepakatan awal sebesar 1,2 juta barel per hari (bph) pada kuartal pertama 2020.

Pemotongan 1,7 juta bph akan berjumlah 1,7% dari pasokan global. Adapun, OPEC + secara sukarela memangkas pasokan sejak 2017 untuk melawan peningkatan produksi dari Amerika Serikat yang sekarang menjadi produsen top dunia.

(Baca: Negosiasi Dagang AS - Tiongkok Dorong Harga Minyak Indonesia US$ 63,2)

Para menteri OPEC berkumpul pada Kamis (5/12) di Wina, dan OPEC + akan bertemu kembali pada Jumat ini, untuk menentukan perpanjangan pemotongan tersebut.

"Kami sudah menunggu untuk melihat seperti apa pengumuman yang sebenarnya akan terjadi," kata Analis di Price Futures Group Phil Flynn seperti dikutip Reuters pada Jumat (6/12). 

Upaya OPEC untuk memperdalam pemotongan dan meningkatkan kepatuhan anggota juga didorong oleh Arab Saudi yang berharap dapat melihat harga minyak yang lebih tinggi untuk mendukung anggarannya dan penawaran umum perdana (IPO) Saudi Aramco.

IPO Aramco akan menjadi yang terbesar dalam sejarah. Meski begitu, valuasi saham Aramco masih jauh dari nilai US$ 2 triliun seperti yang diharapkan Putra Mahkota Mohammed bin Salman.

(Baca: Harga Minyak Naik Jelang Pertemuan OPEC)

 

Reporter: Verda Nano Setiawan

Video Pilihan

Artikel Terkait