Daya Beli Gas Rendah, Lifting Blok Kangean Tak Tercapai

Gangguan fasilitas produksi juga menyebabkan lifting gas Blok Kangean di bawah target APBN.
Image title
Oleh Febrina Ratna Iskana
31 Oktober 2019, 16:35
Blok Kangean
Arief Kamaludin |Katadata
Chairman Bakrie Group Indra Bakrie (kiri), Mantan Menteri ESDM Ignasius Jonan (ketiga kiri), CEO Japan Petroleum Exploration Company Limited Hideichi Okada (kedua kiri) dan Kepala SKK Migas, Sutjipto menyapa pekerja lapangan Blok Kangean lewat video langsung, usai peresmian Penyaluran Gas Lapangan Terang Sirasun Batur (TSB) Fase-2 di Surabaya, Jatim, Rabu, (20/3/2019).

Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegaiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mencatat lifting gas Blok Kangean hingga kuartal ketiga 2019 sebesar 145 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD), atau hanya 72% dari target tahun ini sebesar 200 MMSCFD. Ini lantaran serapan gas belum maksimal.

Deputi Operasi SKK Migas Julius Wiratno menyebut serapan gas Blok Kangean memang di bawah target. "Saat ini rata-rata serapan gas Blok Kangen sebesar 153 MMSCFD, " kata Julius ke Katadata.co.id pada Jumat (1/11).

Selain masalah penyerapan gas, fasilitas blok yang dioperatori oleh Kangean Energi Indonesia Ltd tersebut juga kerap bermasalah. Terutama keandalan fasilitas gas compressor di train A dan Train B.   

(Baca: Lifting Migas Pertamina Belum Capai Target, Blok Mahakam yang Terendah)

Faktor lainnya adalah keterlambatan produksi Lapangan Terang, Sirasun, dan Batur (TSB) Fase-2. Proyek tersebut seharusnya bisa mulai berproduksi pada Februari 2019.

Namun Lapangan TSB Fase-2 baru mulai produksi pada Maret 2019. Keterlambatan produksi tersebut berpengaruh terhadap rata-rata lifting gas Blok Kangean hingga saat ini. "Keterlambatan proyek TSB selama satu bulan," ujar Julius kepada Katadata.co.id, Kamis (31/10).

Pekerjaan pengembangan lapangan gas TSB fase-2 sudah berlangsung sejak 2014. Pengembangan lapangan tersebut merupakan kelanjutan dari pengembangan lapangan gas Terang.  Dengan adanya tambahan produksi dari proyek TSB fase-2, SKK MIgas memproyeksi puncak produksi Blok Kangean bisa mencapai 200 MMscfd. 

(Baca: Hingga September, Lifting Migas Hanya Capai 89% dari Target APBN)

Reporter: Verda Nano Setiawan

Video Pilihan

Artikel Terkait