Meski Pendapatan 2019 Turun, Laba Bersih Adhi Karya Naik Jadi Rp 663 M

Pendapatan Adhi Karya tahun lalu turun karena bisnis jasa konstruksi lesu.
Image title
17 April 2020, 16:05
adhi karya, ADHI, bumn, emiten
Arief Kamaludin|KATADATA
Ilustrasi, logo PT Adhi Karya (Persero) Tbk). Emiten dengan kode ADHI itu mencatat kenaikan laba sebesar 3% pada tahun lalu.

PT Adhi Karya (Persero) Tbk meraup pendapatan sebesar Rp 15,3 triliun pada tahun lalu, turun 2,2% dibandingkan 2018 yang mencapai Rp 15,65 triliun. Meski begitu, emiten berkode ADHI itu masih mampu meraih laba bersih hingga Rp 663,8 miliar.

Adhi Karya mencatat penurunan pendapatan dari sektor jasa konstruksi. Padahal jasa konstruksi menjadi penyumbang terbesar pendapatan perusahaan.

Berdasarkan keterbukaan informasi pada Jumat (17/4), Adhi Karya mengantongi pendapatan dari jasa konstruksi senilai Rp 12,41 triliun, turun 4,2% dari 2018 sebesar Rp 12,97 triliun. Padahal pendapatan di sektor properti dan real estat naik 3,6% mencapai Rp 1,44 triliun dibandingkan tahun sebelumnya Rp 1,39 triliun.

Di sisi lain, beban pokok pendapatan Adhi Karya tahun lalu turun 1,35% menjadi Rp 12,97 triliun. Sedangkan, beban usaha perusahaan tahun lalu tercatat naik hingga 26,3% dibandingkan 2018 menjadi Rp 849,06 miliar. Alhasil, laba usaha perusahaan turun 19,8% menjadi Rp 1,44 triliun.

Advertisement

(Baca: IPO Tahun ini, Anak Usaha Adhi Karya Target Raih Dana Rp 2,5 Triliun)

Meski begitu, laba sebelum pajak pada tahun lalu tercatat mengalami kenaikan 5,6% dibanding tahun sebelumnya. Tahun lalu, laba sebelum pajak Adhi Karya sebesar Rp 686,49 miliar, sedangkan pada 2018 mencapai Rp 649,5 miliar.

Kenaikan tersebut karena perusahaan mendapatkan laba dari ventura bersama yang meroket hingga 152% menjadi Rp 340,16 miliar. Pada 2018, BUMN itu hanya mendapatkan laba dari ventura sebesar Rp 134,48 miliar.

Dengan begitu laba bersih perusahaan naik sebesar 3% menjadi Rp 663,8 miliar pasa tahun lalu. Sedangkan bottom line  ADHI pada 2018 hanya sebesar Rp 644,15 miliar.

Adapun, jumlah aset perusahaan per akhir tahun lalu naik 21,43% menjadi Rp 36,51 triliun. Liabilitas perusahaan juga tercatat naik hingga 24,6% menjadi Rp 29,68 triliun.

(Baca: Adhi Karya Siap Bangun LRT Cibubur - Bogor, Butuh Dana Rp 12 Triliun)

Reporter: Ihya Ulum Aldin
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait