Cukai Rokok dan Iuran BPJS Naik, Inflasi Januari Diproyeksi Meningkat

Agatha Olivia Victoria
3 Februari 2020, 09:15
inflasi, rokok, bpjs
ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJA
Ilustrasi, seorang konsumen membeli rokok di sebuah supermarket. Sejumlah ekonom memproyeksi inflasi naik secara bulanan pada Januari 2020.

Badan Pusat Statistik atau BPS akan mengumumkan data inflasi Januari 2020. Para ekonom memperkirakan inflasi Januari akan mengalami peningkatan dari bulan sebelumnya dipengaruhi kenaikan cukai rokok dan iuran BPJS.

Kepala Riset Ekonomi Danareksa Research Institute Moekti Soejachmoen memperkirakan inflasi pada Januari 2020 akan berada pada level 0,48% secara bulanan, atau naik dari Desember 2019 yang sebesar 0,36%. "Januari lalu, inflasi terdorong adanya peningkatan harga barang dan jasa yang diatur oleh pemerintah," kata Moekti dalam keterangan tertulis pada Senin (3/2).

Tekanan inflasi, menurut ia, semakin menjadi usai pemerintah menaikkan cukai rokok dan iuran peserta mandiri Badan Penyelenggara Jaminan Sosial atau BPJS Kesehatan. Meski begitu, perkiraan inflasi tahunan akan tetap stabil yakni di kisaran 2,88%. 

Secara rinci, harga barang-barang grosir naik 0,31% secara bulanan dari 0,17% dari bulan Desember 2019. Harga barang-barang grosir terdorong oleh kenaikan manufaktur dan barang-barang tambang yang masing-masing tumbuh 0,4% dan 0,1%. Sedangkan harga barang impor tumbuh 0,2%.

(Baca: Harga Cabai, Bawang, Beras Naik, Inflasi Januari Ditaksir BI 0,42%)

Selain itu, harga bahan makanan seperti nasi, daging, bawang merah, bawang putih, cabai, minyak goreng, dan gula melonjak naik pada bulan lalu. Dari komponen sandang, harga emas naik 3,7%.

"Sebaliknya, harga tiket transportasi umum seharusnya berbalik normal usai musim liburan berakhir," ujarnya.

Di sisi lain, penurunan harga BBM tak bersubsidi pada rentang 7% - 19% di awal Januari membantu menahan tekanan kenaikan harga barang dan jasa tersebut. Dengan begitu, dia memperkirakan inflasi pada tahun ini sebesar 3,49% - 3,84%.

Direktur Riset Center Of Reform on Economics Piter Abdullah Redjalam memperkirakan inflasi Januari sebesar 0,41% secara bulanan, atau 2,8% secara tahunan. "Kenaikan cukai rokok memicu inflasi tembakau," ucap Piter kepada Katadata.co.id, Senin (3/2).

Tak hanya itu, perayaan imlek juga memicu inflasi makanan dan minuman pada bulan lalu. Selain itu, inflasi Januari 2020 juga dipicu oleh kenaikan harga pangan.

Pieter mengatakan beberapa komoditas seperta cabai merah besar, cabai keriting, bawang merah, dan bawang putih mengalami kenaikan harga. "Kenaikan diakibatkan penurunan produksi di sentra produksi akibat cuaca," kata dia.

(Baca: Harga Cabai Naik, Menakar Dampak Banjir Terhadap Inflasi)

Reporter: Agatha Olivia Victoria
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait