Nilai Saham Barito Berpotensi Lebih Menarik Setelah Pecah Saham

Dengan stock split, saham BPRT diyakini bisa diperdagangkan dengan harga saham yang lebih murah.
Image title
6 Agustus 2019, 17:05
barito pacific
www.barito-pacific.com
Ilustrasi, Gedung Kantor PT Barito Pacific Tbk, Jakarta. Analis menilai saham Barito Pacific lebih menarik setelah stock split.

PT Barito Pacific Tbk (BRPT) memperdagangkan sahamnya pertama kali setelah melakukan pemecahan nilai saham alias stock split pada Selasa (6/8). Direktur Riset dan Investasi Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus menilai, stock split akan membuat nilai saham Barito Pacific lebih menarik.

Nico mengatakan, setelah melakukan stock split, harga saham perusahaam milik Prajogo Pangestu ini akan semakin murah. Selain itu, sahamnya akan lebih likuid. "Hal ini yang akan menjadi andalan Barito Pacific untuk semakin menggeliat. Tapi, prediksi harga belum ada karena baru stock split," kata Nico kepada Katadata.co.id, Selasa (6/8).

Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 19 Juli lalu, pemegang saham BRPT menyetujui pemecahan nilai saham dengan rasio 1:5. Sebelum dilakukan pemecahan nilai saham, jumlah saham Barito Pacific sebanyak 17,80 miliar saham.

Setelah dilaksanakan stock split, saham BPRT menjadi sebanyak 89,00 miliar saham. Selain itu, mereka juga memiliki Waran Seri I yang sebelumnya berjumlah 948 juta waran menjadi 4,74 miliar waran.

Advertisement

(Baca: Proyek Pembangkit Barito Pacific Berpotensi Tertunda)

Sebelum sahamnya dipecah, saham Barito Pacific ditutup di harga Rp 3.670 per saham pada perdagangan Senin (6/8). Investor melakukan perdagangan saham ini sebanyak 5.631 kali dengan volume saham sebanyak 16,9 juta saham dan dengan nilai transaksi senilai Rp 62,8 miliar. Ada pun, price equity ratio (PER) perusahaan di level 193,16 kali.

Setelah saham Barito Pacific dipecah dan mulai diperdagangkan pada hari ini hingga penutupan perdagangan sesi pertama, saham BPRT diperdagangkan di harga Rp 705 per saham. Saham ini diperdagangkan sebanyak 3.708 kali sebanyak 44,1 juta saham dengan nilai transaksi Rp 31,05 miliar. Ada pun saat ini PER perusahaan ada di level 176,25 kali.

Hingga akhir Maret 2019, BPRT mencatatkan pendapatan perusahaan turun sebesar 17,8% dibandingkan periode yang sama tahun lalu menjadi US$ 679 juta. Laba bersih turun cukup besar hingga 80% menjadi US$ 5,8 juta.

(Baca: Star Energy Sumbang Pendapatan Rp 3,8 Triliun ke Barito Pacific )

Reporter: Ihya Ulum Aldin
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait