Penyaluran KPR Flat Saat Pandemi, BTN Pangkas Target Kredit Tahun Ini

BTN pun bakal mengandalkan penyaluran kredit subsidi untuk mendukung bisnis perusahaan pada tahun ini.
Image title
15 Mei 2020, 21:00
btn, kredit, pandemi corona, covid-19
Ilustrasi, logo PT Bank Tabungan Negara Tbk atau BTN. BTN bakal merevisi target penyaluran kredit tahun ini karena pandemi corona.

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BBTN bakal merevisi target rencana bisnis bank (RBB) tahun ini. Pasalnya, pandemi corona telah berdampak pada penyaluran kredit perusahaan.

Direktur Utama BTN Pahala N. Mansury memproyeksi penyaluran kredit kepemilikan rumah (KPR) nonsubsidi tumbuh datar hingga akhir tahun ini. Padahal sepanjang triwulan pertama, BTN mampu menyalurkan KPR nonsubsidi baru mencapai Rp 200-400 miliar tiap bulannya.

Segmen kredit lainnya yang diprediksi tumbuh tipis yaitu kredit komersial nonkonstruksi dan kredit konstruksi nonsubsidi. Pahala mengatakan, kedua segmen kredit tersebut diprediksi hanya tumbuh 3-5% saja tahun ini.

"Kami pasti mengusulkan merevisi RBB berdasarkan RKAP di tahun ini dari target yang sebelumnya tumbuh 9,5%, kami revisi antara 2-3% dibandingkan tahun lalu," kata Direktur Utama BTN Pahala N. Mansury dalam paparan kinerja secara virtual, Jumat (15/5).

Advertisement

(Baca: BRI Berikan Pinjaman Ringan Mitra Gojek & Grab Rp 5 Juta - Rp 20 Juta)

(Baca: BTN Restrukturisasi 24 Ribu Debitur Terdampak Corona Senilai Rp 4 T)

Perusahaan pun bakal mengandalkan KPR subsidi untuk menopang pertumbuhan kredit tahun ini. Menurut Pahala, KPR subsidi bisa tumbuh hingga 10-11% sepanjang 2020.

"KPR subsidi ini yang akan jadi engine of growth BTN tahun ini," kata Pahala.

Pahala optimistis target pertumbuhan KPR subsidi tersebut tercapai. Sebab, pemerintah telah meningkatkan anggaran KPR subsidi 2020 senilai Rp 1,5 triliun dengan jumlah unit menjadi 337,5 ribu unit dari alokasi awal yang hanya 102,5 ribu unit.

"Sampai dengan Maret 2020, BTN telah merealisasikan KPR subsidi sebanyak 27,2 ribu unit," katanya.

Selain dari KPR subsidi, motor penggerak kredit BTN tahun ini berasal dari penyaluran pembiayaan berbasis syariah. Pahala memprediksi pembiayaan rumah syariah tahun ini bisa tumbuh 7-8%.

Seperti diketahui, laba bersih BTN pada triwulan pertama 2020 anjlok 36,79% menjadi Rp 457 miliar dari Rp 723 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Turunnya laba perusahaan disebabkan melambatnya penyaluran kredit yang hanya tumbuh satu digit sebesar 4,6% menjadi Rp 253,25 triliun.

(Baca: Dorong Pembiayaan di Tengah Pandemi, BTN Luncurkan KPR From Home)

Reporter: Ihya Ulum Aldin
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait