Fluktuatif Sejak Dibuka, IHSG Sesi I Ditutup Naik Tipis 0,02%

Saham sektor perdagangan menopang kenaikkan IHSG pada sesi pertama hari ini.
Image title
17 Juni 2020, 12:20
IHSG, saham, bursa, bursa efek indonesia
ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/foc.
Ilustrasi, layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (26/5/2020). IHSG sesi pertama Rabu (17/6) ditutup naik 0,02% karena sektor perdagangan.

Indeks harga saham gabungan atau IHSG ditutup naik tipis 0,02% menyentuh level 4.987,64 pada perdagangan sesi pertama, Rabu (17/6). Sepanjang sesi itu,  indeks bergerak fluktuatif dengan kenaikkan tertinggi 0,65% dan turun sebesar 0,35%.

Volume saham yang diperdagangkan pada sesi pertama hari ini sebanyak 5,62 miliar unit saham dengan nilai transaksi mencapai Rp 4,65 triliun. Jumlah saham yang ditutup di zona hijau sebanyak 175 saham, sedangkan 196 saham lainnya terkoreksi, dan 177 saham stagnan.

Sektor saham yang mampu menopang kenaikkan indeks yaitu sektor perdagangan yang naik 0,9%. Saham yang melambungkan sektor itu seperti PT United Tractors Tbk (UNTR) yang naik 4,57% menjadi Rp 17.725 per saham.

Saham lainnya yang menguat di sektor perdagangan yaitu PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) yang naik hingga 3,92% menjadi Rp 795 per saham. Lalu, saham PT Metro Healthcare Indonesia Tbk (CARE) yang naik sebesar 9,21% menjadi Rp 332 per saham.

Advertisement

(Baca: Ditopang Sentimen Stimulus The Fed, IHSG Diproyeksi Kembali Menguat)

(Baca: IHSG Meroket 3,5%, Berikut Daftar Saham Paling Untung Hari ini)

Namun, sektor pertambangan membuat penguatan indeks terhambat. Pasalnya, sektor itu ditutup turun 0,33%. Saham yang mengalami penurunan pada sesi pertama hari ini yaitu PT Adaro Energy Tbk (ADRO) sebesar 0,46% menjadi Rp 1.070 per saham.

Saham lainnya yakni PT Vale Indonesia Tbk (INCO) yang turun sebesar 1% menjadi Rp 2.970 per saham. Lalu ada PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) yang harga sahamnya turun hingga 1,54% menjadi Rp 2.430 per saham.

Di samping itu, sektor saham finansial juga ditutup turun 0,32% sepanjang sesi satu hari ini. Saham berkapitalisasi pasar besar seperti PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) turun 0,43% di Rp 28.675 per saham. Lalu, ada PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) yang juga turun 1,1% di Rp 4.970 per saham.

Meski begitu, ada beberapa saham yang tercatat menguat di sektor ini seperti PT Bank Permata Tbk (BNLI) yang naik 0,79% menjadi Rp 1.280 per saham. Ada pula saham PT Bank BTPN Syariah Tbk (BTPS) yang naik hingga 3,8% menjadi Rp 3.280 per saham.

Modal asing pada sesi pertama ini tercatat masih mengalir keluar dengan nilai jual bersih (net sell) di pasar reguler sebesar Rp 246,13 miliar dengan total mencapai Rp 421,08 miliar di seluruh pasar. Saham PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) dijual dengan net sell Rp 98,4 miliar.

Di kawasan Asia lainnya, bursa-bursa unggulan bergerak di zona merah. Seperti Nikkei 225 di Jepang yang turun 0,35% dan Hang Seng di Hong Kong yang turun 0,03%. Lalu, bursa Shanghai Composite di Tiongkok dan Strait Times di Singapura masing-masing turun 0,1% dan 0,11%.

Padahal, indeks di negara Eropa pada hari kemarin ditutup naik, seperti FTSE 100 Index di Inggris yang melonjak 2,94%, dan bursa Xetra Dax di Jerman naik hingga 3,39%.

Pergerakan indeks tersebut juga diikuti oleh bursa-bursa di Amerika Serikat pada malam kemarin. Seperti Dow Jones Index yang naik hingga 2,04%, S&P 500 Index ditutup menghijau 1,9%, dan Nasdaq yang naik hingga 1,75%.

(Baca: IHSG Ditutup Melesat 3,54% ke Level 4.986 Ditopang Saham Perbankan)

Reporter: Ihya Ulum Aldin
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait