Home Credit Beri Keringanan Kredit Untuk 49.000 Nasabah Selama Pandemi

Home Credit tercatat memiliki 4,9 juta nasabah. Sebanyak 49 ribu mendapat keringanan kredit selama pandemi corona.
Image title
Oleh Muchammad Egi Fadliansyah
1 Juli 2020, 09:45
Home Credit, kredit, pandemi corona, virus corona, vaksin virus corona
ANTARA FOTO/NOVRIAN ARBI
Ilustrasi, gerai ponsel. Home Credit biasanya memberikan pembiayan untuk barang elektronik hingga pembiayaan handphone. Selama pandemi, perusahaan juga memberikan keringanan kredit bagi nasabah.

Pantau Data dan Informasi terbaru Covid-19 di Indonesia pada microsite Katadata ini.

Salah satu perusahaan multiguna, Home Credit Indonesia, ikut melaksanakan kebijakan restrukturisasi pembiayaan selama pandemi Covid-19. Total nasabah yang mendapatkan keringanan kredit hingga 29 Juni 2020 mencapai 49 ribu orang.

Chief Marketing & Strategy Officer Home Credit Indonesia Moin Uddin mengatakan keringanan kredit diberikan sebagai bentuk bantuan perusahaan bagi nasabah yang terdampak pandemi corona. “Ini bantuan bagi nasabah dalam menjalani hidup di masa yang menantang,” kata Moin dalam siaran pesnya pada Selasa (30/6).

Home Credit mencatat kenaikkan jumlah pelanggan sepanjang 2019 sebesar 32,4% dibandingkan 2018 menjadi 4,5 juta orang. Nilai pembiayaan yang disalurkan perusahaan pada tahun lalu mencapai Rp12,6 triliun. 

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), pembiayaan multiguna sepanjang April 2020 sebesar Rp 261 miliar, turun dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 263 miliar. Sedangkan total aset industri pembiayaan mencapai Rp 518,14 triliun.

Sementara itu, utang pembiayaan tumbuh sebesar 4%. Jumlah aset naik 14,5% atau bertambah Rp 65,92 triliun dari aset multifinance pada 2018 yakni Rp 452,22 triliun.

(Baca: Suku Bunga Turun, Penyaluran Kredit pada Mei Hanya Tumbuh 2,4%)

OJK juga mencatat realisasi pembiayaan objek konsumtif hingga April 2020 sebesar Rp 317,15 triliun, yang didominasi oleh pembiayaan kendaraan bermotor sebesar Rp 300,58 triliun.

Selain itu, OJK menyatakan total sumber pendanaan industri multifinance mencapai Rp 347,68 triliun pada 2019, turun Rp 8,90 triliun atau minus 2,5% secara tahunan (year on year). Rinciannya, pinjaman sebesar Rp 279,08 dengan porsi 80% dan penerbitan surat berharga sebesar Rp 68,60 triliun dengan porsi 20%.

Di sisi lain, OJK menyebut restrukturisasi perusahaan pembiayaan hingga akhir Mei 2020 mencapai Rp 80,55 triliun. Kebijakan restrukturisasi telah merujuk pada Peraturan OJK (POJK) Nomor 11/POJK.03/2020 tentang Stimulus Perekonomian Nasional sebagai Kebijakan Countercyclical Dampak Penyebaran Covid-19.

Untuk mekanime restrukturisasi kredit dilaksanakan berdasarkan penetapan kualitas kredit. Salah satu indikatornyanya yaitu ketepatan membayar. Sehingga restrukturisasi kredit di perbankan ataupun perusahaan pembiayaan dapat berjalan dengan lancar.

 

Reporter: Muchammad Egi Fadliansyah

Katadata bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 2005 2020 55). Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik di sini untuk info lebih lengkapnya.

Video Pilihan

Artikel Terkait