Minat IPO Tinggi,19 Perusahaan Siap Catatkan Saham di Bursa Semester 2

Bursa Efek Indonesia mencatat ada 32 perusahaan yang telah IPO hingga saat ini. Jumlahnya meningkat 59% dari tahun lalu.
Image title
16 Juli 2020, 12:09
bursa, saham, bursa efek indonesia, bei, emiten, pasar modal
ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/pras.
Ilustrasi, karyawan mengamati layar yang menampilkan informasi pergerakan harga saham di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat (26/6/2020). BEI menyebut jumlah perusahaan yang berencana melantai di bursa pada tahun ini meningkat meski pandemi corona.

Bursa Efek Indonesia atau BEI menyatakan minat perusahaan untuk melaksanakan initial public offering atau IPO masih cukup tinggi. Terbukti dari banyaknya perusahaan yang berencana melantai di bursa saham.

BEI mencatat ada empat perusahaan yang telah melantai di bursa meski semester II 2020 baru berjalan dua minggu. Direktur Penilaian Perusahaan BEI Gede Nyoman Yetna Setya mengatakan jumlah perusahaan yang berencana IPO bakal terus bertambah pada paruh kedua tahun ini. 

"Sampai dengan 10 Juli 2020, terdapat 19 perusahaan yang berencana mencatatkan saham di BEI," kata Nyoman dalam keterangan tertulis pada Kamis (16/7). 

Perusahaan tersebut bergerak di berbagai sektor. Rinciannya, sembilan perusahaan dari sektor trade, service and investment,  tiga perusahaan dari sektor property, real estat and building construction, dua perusahaan dari sektor consumer good industry.

Advertisement

Selanjutnya, dua perusahaan dari sektor pertanian, dan tiga perusahaan lainnya bergerak pada sektor industri dasar dan bahan kimia, infrastruktur dan transportasi, serta keuangan.  Selain itu, terdapat 36 emisi obligasi/sukuk yang berada dalam pipeline BEI pada semester 2 2020.

"Sebagai catatan, satu perusahaan dapat menerbitkaan lebih dari satu emisi obligasi," katanya. 

(Baca: Dua Pekan Melantai di Bursa, Harga Saham Emiten Baru Melambung 400%)

Lebih lanjut, Nyoman mengatakan, pandemi Covid-19 telah memberikan dampak terhadap perekonomian global, tidak terkecuali pasar modal. Hampir seluruh indeks bursa global mengalami penurunan yang berpengaruh pada nilai kapitalisasi pasar saham. 

Meski begitu, kata Nyoman, perusahaan di Indonesia tidak mengurungkan niat untuk masuk ke pasar modal. "Harapan kami tentunya kondisi ke depan akan semakin kondusif, sehingga dapat menambah keyakinan perusahaan untuk menggalang dana melalui pasar modal," ujarnya. 

Berdasarkan laporan yang dikeluarkan oleh EY melalui Global IPO Trend: Q2 2020 yang dirilis pada 29 Juni 2020, BEI memperoleh peringkat nomor 1 di ASEAN terkait penambahan jumlah perusahaan tercatat melalui IPO selama semester I 2020. 

Menurut Nyoman, jumlah perusahaan tercatat pada semester I 2020 mengalami peningkatan sebesar 59% dibandingkan tahun lalu. Sedangkan total nilai penawaran umum mengalami peningkatan sebesar 40%.

Hingga kini, BEI menyebut ada 32 perusahaan yang telah IPO. Sebanyak 28 di antaranya dilaksanakan pada semester pertama tahun ini dan empat perusahaan lainnya melantai di bursa pada dua minggu pertama semester 2 2020. 

 

Reporter: Muchammad Egi Fadliansyah
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait