Startup Pariwisata Pigijo IPO, jadi Emiten Pertama Papan Akselerasi
PT Tourindo Guide Indonesia Tbk (PGJO) atau Pigijo, yang merupakan startup marketplace pariwisata, menjadi emiten pertama yang melantai di bursa saham tahun ini, sekaligus menjadi emiten pertama di papan akselerasi.
Hari ini, Rabu (8/1), Pigijo resmi mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui skema penawaran saham baru atau initial public offering (IPO). Dari aksi korporasinya ini Pigijo berhasil meraup dana segar sebesar Rp 12 miliar.
Chief Executive Officer (CEO) Pigijo Claudia Ingkiriwang mengatakan bahwa seluruh dana tersebut akan digunakan untuk membiayai kebutuhan modal kerja. "Seperti biaya pemasaran dan promosi, biaya sewa, serta biaya operasional guna mendukung kegiatan usaha," katanya di Gedung BEI.
Pigijo merupakan perusahaan rinitisan atau startup yang menyediakan jasa perencanaan pariwisata. Pengguna bisa memilih destinasi, transportasi, aktivitas, hotel, travel assistant, dan lainnya melalui aplikasi marketplace Pigijo.
(Baca: BEI Sebut Ada 16 Perusahaan Minat Masuk Papan Akselerasi)
Dengan melantai di BEI, perusahaan menargetkan dapat menjaring 180.000 transaksi melalui aplikasi marketplace-nya tahun ini. Claudia mengatakan tahun lalu Pigijo fokus membangun platform dan bekerja sama dengan mitra.
Kendati demikian, dia mengatakan bahwa tahun ini perusahaan belum akan membukukan laba bersih. Perusahaan menargetkan laba bersih baru akan tercapai pada tahun keenam setelah IPO atau pada 2026. "Kami sudah membuat proyeksi bisnis yang cukup hati-hati namun suistain agar di tahun keenam itu kami sudah bisa mencatatkan laba," kata Claudia.
Adapun dalam prospektus IPO-nya disebutkan bahwa sepanjang semester pertama 2019 Pigijo mencatatkan rugi bersih sebesar Rp 1,75 miliar. Pada periode tersebut mereka berhasil mengantongi pendapatan bersih Rp 36,18 juta.
Perusahaan menggandeng PT Surya Fajar Sekuritas untuk menjadi penjamin emisi. Pigijo melepas 150 juta saham baru ke publik atau setara dengan 48,98% dari total saham setelah IPO. Claudia sendiri merupakan pemegang saham mayoritas sebesar 17,7%.
Pada perdagangan perdananya hari ini, saham Pigijo langsung melesat naik 10% menjadi Rp 88 per saham. Saham ini ditransaksikan sebanyak 33 kali, dengan nilai Rp 49,49 juta.
(Baca: Ada Gejolak Pasar, BEI Proyeksi Transaksi Saham Naik Tipis pada 2020)
