Debut Perdana, Saham Sumber Mas Konstruksi Merosot 9,85%
Perusahaan yang bergerak di bidang jasa konstruksi, PT Sumber Mas Konstruksi Tbk (SMKM) resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI), hari ini (9/3). Sampai dengan penutupan perdagangan sesi pertama, harga saham SMKM terkoreksi 9,85% atau 26 poin ke level Rp 238 dari level pembukaan Rp 290 pada percatatan perdananya.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), volume yang didagangkan tercatat 61,02 juta saham, dengan nilai transaksi Rp 16,78 miliar, dan frekuensi sebanyak 15.883 kali. Hingga penutupan perdagangan sesi pertama, kapitalisasi pasar SMKM tercatat sebesar Rp 298,21 miliar.
Direktur Utama SMKM Budi Aris mengatakan, melalui IPO ini perseroan diharapkan dapat mengembangkan usahanya dalam bidang jasa konstruksi umum. Perseroan juga memiliki visi dan misi untuk memberikan pelayanan yang semakin berkualitas dalam bidang jasa konstruksi umum, meningkatkan nilai tambah untuk pemegang saham, dan menjalin hubungan baik dan berkesinambungan dengan para pemangku kepentingan.
"Juga turut serta menjadi bagian dari penggerak pembangunan dan pengembangan di bidang jasa konstruksi umum untuk terus mendukung pembangunan di Indonesia. Kami juga berharap dengan IPO ini dapat memberikan investasi yang baik dan menarik bagi investor," kata Budi dalam Seremoni Virtual Pencatatan Perdana Saham SMKM, Rabu (9/3).
Sumber Mas Konstruksi melepas saham sebanyak 250 juta atau setara 19,95% dari total saham perseroan. Perseroan menetapkan harga IPO sebesar Rp 264 per saham. Dengan harga tersebut, SMKM menargetkan memperoleh dana sebesar Rp 66 miliar.
Dari dana hasil IPO, sebanyak 97% akan digunakan perseroan untuk modal kerja konstruksi proyek di masa yang akan datang, baik pada sektor swasta maupun pemerintahan. Detail penggunaannya seperti biaya persiapan dan pembersihan lokasi proyek atau land clearing, biaya penyediaan bahan baku material pekerjaan, biaya tenaga kerja proyek, biaya mobilisasi/demobilisasi, dan biaya pembelian perlengkapan kerja.
"Penggunaan dana tersebut merupakan beban operasional atau operational expenditure (OPEX)," demikian tertulis dalam prospektus perseroan.
Kemudian, sebesar 3% akan digunakan untuk penelitian dan pengembangan SDM di antaranya untuk peningkatan keahlian dan kualitas tenaga kerja. Mereka akan menggelar pelatihan dan sertifikasi profesi SDM dan riset di bidang keahlian konstruksi, serta riset dan pengembangan sistem teknik pekerjaan konstruksi.
Berdasarkan laporan keuangan, aset Sumber Mas Konstruksi per September 2021 lalu tercatat tumbuh 73,5% menjadi Rp 132 miliar dari posisi Desember 2020 senilai Rp 76,2 miliar. Sementara itu, total ekuitas tumbuh sebesar 72,04% dari posisi Rp 72,7 miliar menjadi Rp 125 miliar.
Kemudian, liabilitas perseroan juga tercatat tumbuh 105,08% dari sebelumnya Rp 3,4 miliar menjadi Rp 7,04 miliar. Di sisi lain, pendapatan perusahaan tercatat naik 110,8% secara tahunan pada September 2021 menjadi Rp 126,6 miliar dari Rp 60,05 miliar pada akhir tahun 2020.
Sebagai informasi, SMKM didirikan pada 1981, kemudian pada 1982 perseroan mulai memasuki kegiatan usaha di bidang jasa konstruksi jalan dan saluran air. Pada 2016, perseroan mulai melakukan kegiatan jasa servis arsitektur dan engineering.
Lalu, di tahun 2018 SMKM masuk di kegiatan jasa konstruksi umum keseluruhan, khususnya untuk pembangunan gedung, jalan jembatan dan konstruksi rumah tempat tinggal dan gedung.
