IHSG Naik 0,16% di Sesi Pertama Jelang Pengumuman Data Inflasi AS
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup naik 0,16% ke level 6.919 pada sesi pertama perdagangan Kamis (13/10). Kenaikan IHSG hari ini dapat berpotensi bergerak mendatar (flat) menjelang rilis data inflasi Amerika Serikat.
Menurut Analis Henan Putihrai Jono Syafei, pergerakan IHSG diperkirakan akan bergerak stagnan di kisatan 6.900 hingga berakhirnya sesi kedua perdagangan hari ini. "Para pelaku pasar masih berhati-hati menantikan rilis data inflasi AS pada Kamis malam ini," katanya kepada Katadata.co.id, Kamis (13/10).
Jono merekomendasikan agar investor dapat mencermati saham di sektor energi dan pertambangan, yakni PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) dan PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA).
Selain itu, Head of Technical Analyst Research BNI Sekuritas, Andri Zakarias Siregar, mengatakan secara teknikal IHSG berada dalam tren pelemahan (bearish), selama di bawah level 7.148. Menurutnya, selama IHSG di atas level batas bawah (support) 6.902 - 6.925, IHSG masih berpeluang berbalik menguat (rebound ) dengan target 6.989, 7.082. Jika gagal, IHSG rawan menuju level 6.870, 6.816.
Pada awal perdagangan, indeks saham dibuka di level 6.909 dan menyentuh angka tertingginya di level 6.933. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) pada penutupan perdagangan paruh pertama saham hari ini, total volume saham yang diperdagangkan sebanyak Rp 13,75 triliun dan frekuensi 687.324 kali.
Tercatat sebanyak 297 saham terkoreksi, 209 saham bergerak di zona hijau, dan 165 saham tak bergerak. Adapun, mayoritas sektor berada di zona hijau dipimpin oleh sektor energi yang naik 0,83%. Sektor energi yang mengalami kenaikan yaitu, PT Adaro Energy Indonesia Tbk yang naik 1,50% atau 60 poin menjadi Rp 4.060 per saham.
Lalu, PT Indo Tambangraya Megah Tbk yang naik 1,19% atau 500 poin menjadi Rp 42.575 per saham. Selanjutnya, PT Bukit Asam Tbk yang naik 0,94% atau 40 poin menjadi Rp 4.300 per saham.
Saham yang berada di top gainers yaitu PT Sidomulya Selaras Tbk yang naik 25,96% atau 19 poin menjadi Rp 93 per saham. Lalu, top losers yaitu PT Bank Jago Tbk. yang turun 6,90% atau 400 poin menjadi Rp 5.400 per saham.
