IHSG Diprediksi Menguat, Analis Rekomendasikan Saham MEDC dan ASII

Patricia Yashinta Desy Abigail
29 November 2023, 06:18
Karyawan melintas di samping layar elektronik yang menunjukkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (9/9/2022).
ANTARA FOTO/Galih Pradipta/aww.
Karyawan melintas di samping layar elektronik yang menunjukkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (9/9/2022).

Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG diprediksi akan melanjutkan kenaikan di level 7.050 pada perdagangan Rabu (29/11). Sejumlah data ekonomi global akan memengaruhi laju IHSG, antara lain hasil pertemuan OPEC+ dan pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat (AS). 

Phintraco Sekuritas mengatakan investor sedang menunggu hasil pertemuan Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak dan sekutunya yang dipimpin Rusia atau disebut OPEC+ pada 30 November 2023. Dalam pertemuan ini, diprediksi ada perbedaan pendapat yang besar antara anggota OPEC+ mengenai pemangkasan produksi hingga 2024.

Advertisement

"Sentimen lainnya dari Amerika Serikat yang akan merilis data pertumbuhan ekonomi yang diperkirakan naik ke 5% di kuartal III dibandingkan kuartal II tahun yang sama," tulis Phintraco dalam risetnya, Rabu (29/11).

Phintraco Sekuritas merekomendasikan saham PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC), dan PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS). Selain itu, Phintraco juga merekomendasikan investor mengoleksi saham PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO), PT Surya Esa Perkasa Tbk (ESSA), PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA), dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI).

Sementara itu, Analis BinaArtha Sekuritas Ivan Rosanova mengatakan level support IHSG akan berada di 7.000, 6.966, 6.900, dan 6.850. Sedangkan level resisten berada di 7.058, 7.128, dan 7.174.

Menurut analisis teknikal, support merupakan area harga saham tertentu yang diyakini sebagai titik terendah pada satu waktu. Saat menyentuh support, harga umumnya akan kembali naik karena peningkatan pembelian.

Sedangkan resisten merupakan tingkat harga saham tertentu yang dinilai sebagai titik tertinggi. Setelah saham menyentuh level ini, biasanya akan ada aksi jual cukup besar sehingga laju kenaikan harga tertahan.

Ivan merekomendasikan investor menahan (hold) saham PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) dengan target harga terdekat di Rp 2.980. Selanjutnya, buy on weakness pada saham PT Bank Jago Tbk (ARTO) dengan rentang harga Rp 2.800-Rp 2.950.

Dia juga merekomendasikan hold atau trading buy pada saham PT Astra International Tbk (ASII) dengan rentang harga Rp 5.500-Rp 5.550. Ivan juga merekomendasikan speculative buy pada saham PT Harum Energy Tbk (HRUM) dengan rentang harga Rp 1.365-Rp 1.395. Terakhir, hold atau accumulative buy pada saham PT Medco Energi International Tbk (MEDC) dengan rentang harga Rp 1.060-Rp 1.080.

Reporter: Patricia Yashinta Desy Abigail
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...
Advertisement