Bursa Wall Street Bergerak Variatif, Dow Jones Cetak Level Tertinggi

Nur Hana Putri Nabila
1 Desember 2023, 06:56
Wall Street, bursa, saham, amerika serikat
ANTARA
Bursa Wall Street

Indeks bursa Amerika Serikat (AS) bergerak variatif pada hari Kamis (30/11). Dow Jones Industrial Average mencetak level tertinggi baru tahun ini didorong data inflasi yang lebih rendah.

Kondisi ini juga ditopang oleh perusahaan perangkat lunak cloud Salesforce yang naik 9,4%. Bisnis data cloud Salesforce juga mengalami peningkatan pendapatan sebesar 22% dari tahun sebelumnya. Kenaikan ini menjadi bulan terbaik bagi Dow Jones sejak Oktober 2022.

Dow, yang terdiri dari pergerakan 30 saham, melonjak 520 poin atau 1,47% dan ditutup pada 35.950,89. Level ini melebihi puncak sebelumnya pada Agustus lalu.

Sementara S&P 500 tumbuh 0,4% menjadi 4.567,80. Namun, Nasdaq Composite turun tipis sebanyak 0,2% pada 14.226,22 karena investor mengambil keuntungan dari saham-saham teknologi yang telah memimpin kenaikan pada November.

Tak hanya itu, Dow Jones mengakhiri November dengan kenaikan sebesar 8,9%, mengakhiri tren penurunan selama tiga bulan berturut-turut. Pada bulan yang sama, S&P 500 juga terapresiasi 8,9%, sementara Nasdaq melesat sebesar 10,7%.

Kedua indeks ini mencatatkan kinerja bulanan terbaiknya sejak Juli 2022,dan diperdagangkan sekitar 1% dari level tertinggi masing-masing sepanjang 2023.

Kepala Investasi Independent Advisor Alliance, Chris Zaccarelli mengatakan hal ini membuktikan bahwa ekonomi masih berjalan dengan baik dan kemampuan konsumen tetap tangguh. Selain itu, kebijakan Federal Reserve menunjukkan kewaspadaan yang lebih besar.

 "Dengan asumsi kondisi-kondisi tersebut, kami pikir pasar akan terus bergerak lebih tinggi,” kata Zaccarelli dikutip dari CNBC, Jumat (1/12). 

Data yang dirilis pada Kamis (30/11) pagi menunjukkan, indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi, yang merupakan pengukur inflasi yang sering dipakai oleh Federal Reserve, mengalami kenaikan 3,5% year on year. Hal ini menunjukkan perlambatan dibandingkan bulan sebelumnya.

Data inflasi yang baru-baru ini dirilis pada bulan November menunjukkan adanya pertumbuhan inflasi. Akibatnya, pasar berasumsi bahwa Federal Reserve kemungkinan besar akan meningkatkan suku bunga lebih lanjut, bahkan memulai kebijakan penurunan suku bunga pada 2024.

Menurut Ahli Strategi Makro Global Carson Group, Sonu Varghese faktor yang mendorong pasar pada akhirnya adalah perubahan dalam kebijakan moneter. Selain itu, volatilitas yang lebih rendah juga dapat mendorong lebih banyak uang masuk ke pasar karena investor cenderung memperbarui portofolio mereka

 “Kami pikir level tertinggi baru pasti mungkin terjadi," kata Varghese.

Reporter: Nur Hana Putri Nabila

Cek juga data ini

Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...