Tiga Emiten Baru Melantai di BEI, Sahamnya Kompak Melesat Naik
PT Multikarya Asia Pasifik Raya Tbk (MKAP), PT Harta Djaya Karya Tbk (MEJA), dan PT Homeco Victoria Makmur Tbk (LIVE) telah resmi menjadi emiten baru di Bursa Efek Indonesia, Senin (12/3).
Berdasarkan data perdagangan sampai dengan pukul 09.10 WIB, harga saham Multikarya Asia Pasifik Raya melesat 34,78% seusai mencatatkan saham perdana ke level Rp 155 dari level harga penawaran umum, yakni Rp 115.
Melansir data pergerakan saham, volume saham yang diperdagangkan tercatat 24,1 juta dengan nilai transaksi Rp 3,73 miliar. Sementara itu, frekuensi perdagangannya tercatat sebanyak 4.322 kali. Sementara kapitalisasi pasarnya yaitu Rp 502,75 miliar.
Sementara PT Harta Djaya Karya Tbk (MEJA) meningkat 3,88% ke level Rp 107 dari level harga penawaran umum, yakni Rp 103. Saham MEJA sempat menyentuh Rp 113 per saham sebagai level tertingginya.
Volume saham yang diperdagangkan tercatat 128,64 juta dengan nilai transaksi Rp 13,96 miliar. Sementara itu, frekuensi perdagangannya tercatat sebanyak 6.610 kali dan kapitalisasi pasarnya yaitu Rp 205,17 miliar.
Terakhir yaitu PT Homeco Victoria Makmur Tbk (LIVE) harga sahamnya naik 12,84% ke level Rp 167 dari level harga penawaran umum, yakni Rp 148. Saham LIVE tertinggi berada di level Rp 199 per saham.
Lalu Volume saham yang diperdagangkan tercatat 159,11 juta dengan nilai transaksi Rp 27,52 miliar. Adapun frekuensi perdagangannya tercatat sebanyak 12.728 kali. Sementara kapitalisasi pasarnya yaitu Rp 767,03 miliar.
Berikut rinciannya :
1. PT Multikarya Asia Pacific Tbk (MKAP) Perusahaan yang bergerak di sektor energi ini telah menawarkan harga Rp 115 per saham. Perseroan telah melepas 650 juta lembar saham dengan nilai nominal Rp 50 per lembar. Dengan demikian, perseroan akan mengantongi dana segar Rp 74,75 miliar dari IPO.
Melansir dari prospektusnya, seluruh dana yang diperoleh dari hasil IPO saham ini setelah dikurangi biaya - biaya emisi efek, akan digunakan seluruhnya untuk modal kerja perseroan. Namun tidak terbatas digunakan untuk biaya operasional, pembayaran kepada pemasok, perbaikan alat-alat berat yang dimiliki seperti mesin, pompa, dan transmisi.
2. PT Harta Djaya Karya Tbk (MEJA) Dalam melaksanakan IPO, perusahaan menawarkan 480 juta lembar saham dengan harga penawaran Rp 103 per lembar. Perusahaan akan menggunakan 24% atau sekitar Rp 10,90 miliar untuk pembelian aset tetap berupa peralatan kerja kantor peralatan kerja proyek dan kendaraan.
Rinciannya 92% untuk pembelian peralatan kerja proyek guna menunjang peralatan kerja proyek dan 7% untuk pembelian peralatan kerja kantor. Lalu sisanya 1% untuk pembelian kendaraan berupa satu mobil pick up baru merek Suzuki dengan model New Carry Pick-Up Wide-Deck AC - PS. Selanjutnya sebanyak 4% dari dana IPO akan digunakan untuk sewa bangunan dan kendaraan serta pengembangan sistem informasi dan jaringan.
3. PT Homeco Victoria Makmur Tbk (LIVE) Emiten sektor konsumer primer ini menawarkan 808,35 juta lembar saham dalam IPO. Adapun harga penawaran final yang ditetapkan yakni Rp 148 per lembar.
Dana hasil IPO, perusahaan akan menggunakan Rp 25 miliar dipergunakan untuk pelunasan sebagian utang perseroan kepada PT Bank Central Asia Tbk (BCA) yang akan jatuh tempo. Lalu senilai Rp 25 miliar untuk pelunasan sebagian utang usaha perseroan kepada entitas anak PT Trisinar Indopratama (TSI) selaku entitas anak perseroan.
Selanjutnya TSI akan menggunakan dana ini untuk melunasi sebagian utang TSI kepada BCA terhadap fasilitas dengan tingkat bunga yang paling tinggi.
