Astra Catat Penjualan Mobil Naik 8,72% Tembus 40 Ribu Unit di Oktober 2024

Ringkasan
- Rencana pembatalan kenaikan cukai rokok oleh pemerintah dinilai oleh koalisi yang terdiri dari PKJS-UI, Komnas PT, dan CISDI sebagai langkah mundur dalam perlindungan kesehatan publik, mengingat peraturan tersebut bertentangan dengan tujuan PP No 28/2024 tentang Kesehatan yang mengatur pembatasan penjualan dan iklan produk tembakau.
- Kenaikan tarif cukai rokok dianggap sebagai salah satu metode paling efektif untuk mengurangi konsumsi rokok, yang merupakan faktor risiko utama penyakit tidak menular. Hal ini ditegaskan oleh WHO dan diperkuat oleh studi-studi yang menunjukkan bahwa peningkatan harga rokok dapat mengurangi prevalensi perokok, khususnya di kalangan anak-anak dan masyarakat prasejahtera.
- Koalisi yang mengkritik rencana pemerintah menyarankan agar dilakukan kenaikan tarif cukai secara bertahap dan penyesuaian struktur tarif, dengan harapan dapat mengurangi aksesibilitas rokok dan memperkokoh pendanaan untuk program kesehatan, pendidikan, dan perlindungan sosial, sekaligus menekan beban biaya kesehatan akibat konsumsi rokok.

PT Astra International Tbk (ASII) mencatat penjualan mobil sebesar 401,3 ribu unit hingga Oktober 2024, turun 13,8% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, yang tercatat 465,8 ribu unit. Namun, penjualan mobil ASII pada Oktober 2024 mencapai 43,5 ribu unit, yang merupakan angka tertinggi dibandingkan bulan-bulan sebelumnya di sepanjang 2024.
Merinci data bulanan, penjualan mobil ASII pada Oktober 2024 meningkat 8,72% dibandingkan September 2024, mencapai 40,09 ribu unit. Penjualan mobil nasional secara wholesales juga mengalami kenaikan, dengan ASII mencatatkan angka 77.191 unit pada Oktober 2024, naik 6,2% dibandingkan bulan sebelumnya.
"Serta Astra dapat senantiasa berkontribusi dalam memenuhi kebutuhan mobilitas masyarakat Indonesia serta mendukung industri otomotif nasional,” kata Head of Corporate Communications Astra Boy Kelana Soebroto dalam keterangan resminya, dikutip Selasa (12/11).
Berdasarkan mereknya, Daihatsu menjadi penopang wholesales mobil ASII pada Oktober 2024 dengan penjualan stabil sebanyak 14.096 unit naik 11,2% secara bulanan. Sementara penjualan Toyota dan Lexus mencapai 27.211 unit tumbuh 6,3% secara bulanan.
Sementara dari penjualan non Astra, Mitsubishi mencatatkan penjualan sebesar 7.900 unit pada Oktober 2024. Sehingga penjualan Mitsubishi selama sepuluh bulan di 2024 mencapai 82.187. BYD berhasil mencatatkan penjualan sebesar 2.488 unit pada Oktober 2024 dengan market share sebesar 3,2%, telah melampaui Wuling dan Hyundai.
Stockbit Sekuritas mengatakan angka penjualan wholesales yang membaik dan berhasil melebihi 75 ribu unit pada Oktober 2024, tertinggi secara bulanan selama 2024. Berpotensi disebabkan oleh meningkatnya permintaan dari segmen fleet korporasi seiring kepastian politik pasca–pengumuman kabinet. Harga saham emiten otomotif sendiri telah merefleksikan tren membaiknya penjualan mobil.
"Oleh karena itu, terkait prospek emiten otomotif ke depan, kami menilai bahwa investor perlu memperhatikan tren wholesales dalam dua bulan mendatang, apakah angka penjualan dapat bertahan di kisaran 75.000–80.000 per bulan dan bahkan semakin membaik," tulis Stockbit Sekuritas dalam risetnya, Selasa (12/11).