IHSG Diprediksi Menguat, Analis Rekomendasikan Saham JPFA, ERAA hingga ISAT
Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG diprediksi menguat pada perdagangan Rabu (26/2). Phintraco Sekuritas menyatakan isu terkait pendirian Danantara masih direspon beragam oleh pelaku pasar secara umum.
Menurut Phintraco, investor di pasar modal masih dipengaruhi oleh isu-isu negatif yang berkembang mengenai pengelolaan dan kinerja Sovereign Wealth Fund (SWF) di beberapa negara tetangga. Ia menilai diperlukan sosialisasi yang lebih masif baik dari pemerintah maupun Badan Pengelola Investasi (BPI) kepada pelaku pasar untuk meredam kekhawatiran-kekhawatiran tersebut.
"IHSG berpeluang membentuk minor double bottom, jika bertahan di atas 6.550," tulis Phintraco Sekuritas dalam risetnya, Senin (24/2). Adapun minor double bottom adalah pola yang mengindikasikan bahwa tren penurunan harga saham (downtrend) akan berbalik menjadi tren kenaikan harga saham (uptrend)
Phintraco Sekuritas merekomendasikan PT Surya Esa Perkasa Tbk (ESSA), PT Pakuwon Tbk (PWON), PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA). Juga ada saham PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA), dan PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA).
Sementara MNC Sekuritas menyebutkan IHSG koreksinya akan relatif terbatas dan berpeluang menguat. Sekuritas memprediksi support IHSG berada di 6.509 hingga 6.480. Sementara resisten berada di 6.713 sampai 6.814.
Support merupakan area harga saham tertentu yang diyakini sebagai titik terendah pada satu waktu. Saat menyentuh support, harga umumnya akan kembali naik karena peningkatan pembelian.
Sedangkan resistance merupakan tingkat harga saham tertentu yang dinilai sebagai titik tertinggi. Setelah saham menyentuh level ini, biasanya akan ada aksi jual cukup besar hingga laju kenaikan harga tertahan.
MNC Sekuritas merekomendasikan speculative buy pada saham PT Kalbe Farma Tbk (AADI) dengan rentang harga 7.075 sampai 7.225. Lalu buy on weakness pada saham PT Indosat Tbk (ISAT) dengan rentang harga 1.445 sampai 1.560.
Rekomendasi selanjutnya speculative buy saham PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) dengan rentang 1.135 sampai dengan 1.155. Serta buy on weakness saham PT Sido Muncul Tbk (SIDO) dengan rentang 605 sampai 650.
