Saham DCII Milik Toto Sugiri Sentuh Rp 116 Ribu per Lembar, Paling Mahal di BEI

Patricia Yashinta Desy Abigail
26 Februari 2025, 14:16
Saham DCII
ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/foc.
President Director PT DCI Indonesia Toto Sugiri (kanan) berbincang dengan Direktur PT Datacenter Indonesia Sukses Makmur Ricky Garyati (kiri) saat meresmikan Kampus Pusat Data H2 di Karawang, Jawa Barat, Kamis (22/6/2023).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Saham PT DCI Indonesia Tbk (DCII) menyentuh level Rp 116.125 per saham pada perdagangan Rabu (26/2). Naiknya saham DCII menjadikan saham emiten milik konglomerat Otto Toto Sugiri menjadi paling mahal di antara saham-saham yang ada di pasar modal Indonesia.

Melansir data perdagangan BEI, saham DCII melejit 19,99% atau 19.350 poin ke level Rp 116.125 per saham. Sahamnya naik sejak pembukaan perdagangan sampai dengan pukul 14.30 WIB saat berita ini diturunkan. 

Saham DCII melejit sejak adanya penjajakan stock pemecahan saham perusahaan atau stock split di Bursa Efek Indonesia. Pernyataan itu berkaitan dengan harga saham perusahaan yang sangat tinggi sehingga tidak likuid.

Kenaikan signifikan saham DCII dalam sepekan terakhir membuat BEI menyematkan status UMA pada Jumat (21/2). Adapun saat itu saham DCII ke level Rp 80.650 per saham. Padahal pada saat pembukaan pasar harga saham DCII masih di Rp 74.000 per saham.  

Emiten milik konglomerat Tanah Air Otto Toto Sugiri, DCI Indonesia sebelumnya memastikan tengah mempersiapkan pemecahan saham atau stock split. Sekretaris Perusahaan DCII Gregorius Nicholas Suharsono mengatakan rencana pelaksanaan saham sudah meminta surat permohonan persetujuan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI).

"Sebagaimana telah dikomunikasikan sebelumnya melalui surat permohonan persetujuan prinsip dalam rangka pemecahan saham pada 19 Februari 2025," kata Gregorius  dalam keterangan resmi DCII kepada BEI, dikutip Senin (24/2).

Menurut Gregorius rencana stock split disiapkan berlangsung dalam rentang waktu tiga bulan mendatang. Meski begitu, ia mengatakan pengendali maupun pemegang saham utama DCI Indonesia tidak memiliki rencana untuk melakukan tindakan pada kepemilikan sahamnya di perseroan. 

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Patricia Yashinta Desy Abigail

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...