IHSG Diprediksi Lanjutkan Pelemahan, Analis Rekomendasi Saham INCO hingga BRIS
Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG diprediksi melanjutkan pelemaham pada perdagangan Senin (3/3). Pelaku pasar mengawasi implementasi tarif impor yang diberlakukan pemerintah Amerika Serikat (AS).
Phintraco Sekuritas menyatakan sentimen utama pekan ini masih akan terkait dengan implementasi tarif 25% ke Kanada dan Meksiko, serta tarif tambahan 10% bagi Cina oleh Pemerintah AS. Pelaku pasar juga masih mengantisipasi potensi reciprocal tariff atau tarif timbalo balik yang mungkin akan diumumkan pasca rapat dewan Bank Sentral Amerika Serikat The Federal Reserve pada 18 Maret sampai dengan 19 Maret 2025.
Sementara dari dalam negeri, belum ada data ekonomi atau sentimen yang dinilai secara signifikan mampu meredam tekanan jual yang sangat signifikan dalam sepekan terakhir.
"Berdasarkan pengamatan jangka panjang, terdapat potensi area konsolidasi kuat di kisaran 6000. Artinya, level psikologis 6000 dapat diasumsikan sebagai potensi skenario terburuk IHSG pada saat ini," tulis Phintraco Sekuritas dalam risetnya, Senin (3/3).
Phintraco Sekuritas merekomendasikan PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF), PT PT Perusahaan Perkebunan London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP), PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Vale Indonesia Tbk (INCO), dan PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB).
Sementara MNC Sekuritas menyebutkan apabila IHSG kembali menembus 6.203 sebagai area support berikutnya, maka arah koreksi IHSG akan mengarah ke 6.122 sampai dengan 6.184. Sekuritas memprediksi support IHSG berada di 6.203 hingga 6.089. Sementara resisten berada di 6.500 sampai 6.639.
Support merupakan area harga saham tertentu yang diyakini sebagai titik terendah pada satu waktu. Saat menyentuh support, harga umumnya akan kembali naik karena peningkatan pembelian.
Sedangkan resistance merupakan tingkat harga saham tertentu yang dinilai sebagai titik tertinggi. Setelah saham menyentuh level ini, biasanya akan ada aksi jual cukup besar hingga laju kenaikan harga tertahan.
MNC Sekuritas merekomendasikan speculative buy pada saham PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) dengan rentang harga 2.450 sampai 2.490. Lalu speculative buy pada saham PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG) dengan rentang harga 900 sampai 910.
Rekomendasi selanjutnya buy on weakness saham PT Surya Esa Perkasa Tbk (ESSA) dengan rentang 690 sampai dengan 710. Serta sell on stength saham PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) dengan rentang 366 sampai 376.
