Maroef Sjamsoeddin Jadi Dirut MIND ID, Pernah Ungkap Skandal 'Papa Minta Saham'

Ringkasan
- IHSG menunjukkan perbaikan setelah pengumuman struktur pengurus Danantara. Rosan Roeslani, Kepala Danantara, mengamati tren positif IHSG setelah sempat melemah.
- Meskipun IHSG membaik setelah pengumuman, indeks ini sempat anjlok hingga level 5.971 dan beberapa saham bank besar juga mengalami penurunan.
- Analis menilai penurunan IHSG masih dalam batas wajar dan memprediksi target penurunan jangka pendek di level 5.960.

Maroef Sjamsoeddin diangkat sebagai direktur utama Mining Industry Indonesia atau MIND ID. Pengangkatan Maroef di holding bisnis pertambangan Badan Usaha Milik Negara atau BUMN itu ditetapkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham atau RUPS pada Senin (3/3)
Menurut informasi yang disampaikan kepada Katadata.co.id, Maroef Sjamsoeddin menggantikan posisi Hendi Prio Santoso. Maroef pernah bekerja di PT Freeport Indonesia sebagai Presiden Direktur.
Saat menjadi Dirut Freeport, ia terkenal lantaran membongkar rekaman pembicaraan dengan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Setyo Novanto dan pengusaha minyak Riza Chalid. Pembicaraan tersebut terkait permintaan bagian saham antara Setyo Novanto dan Riza pada Juni 2015.
Skandal tersebut ramai dibicarakan bahkan terkenal dengan anekdot "Papa Minta Saham". Namun tak lama pada 18 Januari 2016 dirinya mengundurkan diri dari Presiden Direktur Freeport.
Terkait dengan pengangkatan dirinya sebagai direktur MIND ID, Katadata.co.id telah meminta konfirmasi. Namun hingga berita ini ditulis belum ada keterangan secara resmi kepada publik.
Sementara Hendi Prio Santoso menjabat sebagai Direktur Utama MIND ID sejak 2021. Pria kelahiran 5 Februari 1967 ini pernah menjabat sebagai Direktur Utama PGN, sebab ia berhasil membukukan laba bersih tahun 2011 sebesar Rp 5,93 triliun.
Ia menjadi Direktur Utama PGN pada 2008 sampai dengan 2017. Sebelum di MIND ID, ia juga menjadi Direktur Utama Semen Indonesia Group pada 2017 sampai dengan 2021.