Sesuai Ramalan, Saham Happy Hapsoro RATU Anjlok 15,26% Hingga Sentuh Rp 4.110

Ringkasan
- Saham PT Raharja Energi Cepu (RATU) anjlok 15,26% menjadi Rp 4.110 per lembar saham pada 24 Maret. Penurunan ini telah diprediksi sebagai koreksi teknikal dan diperkirakan masih berpotensi naik.
- Laba RATU turun 43% menjadi US$ 13,95 juta, meskipun pendapatan naik 22,7% menjadi US$ 57,74 juta. Kenaikan pendapatan ditopang oleh lifting minyak dan gas pihak ketiga.
- Induk usaha RATU, PT Rukun Raharja Tbk (RAJA), melepas 126,5 juta saham RATU atau 4,66% dari modal ditempatkan dan disetor. Meski demikian, RAJA masih menjadi pemegang saham utama RATU dengan kepemilikan 75,34%.

Saham emiten milik suami Puan Maharani, Happy Hapsoro, yakni PT Raharja Energi Cepu atau RATU anjlok hingga 15,26% ke level Rp 4.110 per lembar saham pada perdagangan saham Senin (24/3). Dalam sebulan terakhir, sahamnya telah rontok 48,63% dan terperosok 20,58% dalam seminggu terakhir.
Financial Advisor Sucor Sekuritas Danika Augusta Sari sebelumnya memprediksi RATU sudah mulai kehilangan momentum. Ia sempat memperkirakan apabila terjadi koreksi, saham RATU bakal terperosok ke level Rp 4.800-an. Koreksi yang terjadi saat ini kemungkinan hanya koreksi teknikal dan harga saham RATU diperkirakan masih berpotensi naik.
Menurutnya, penurunan harga minyak yang tengah berlangsung bisa mempengaruhi pergerakan harga saham emiten migas di pasar. Namun jika ada sentimen lain yang tak terduga, hal tersebut dapat mempengaruhi pergerakan harga RATU lebih lanjut dan kemungkinan juga bisa membuat saham tersebut terkoreksi.
“Yang terdalam, (penurunan harga saham RATU) itu mungkin bisa sampai level Rp 4.400-4.000,” ujarnya pada Januari lalu.
Pada 8 Februari 2025 lalu, saham RATU sempat menembus harga tertinggi atau all time high (ATH) terbang 700% ke level Rp 9.200 per lembar saha. Tak hanya itu, pada saat IPO 8 Januari 2025 lalu, harga saham RATU itu langsung menyentuh batas tertinggi atau ARA setelah naik 24,78% ke level Rp 1.435 per lembar. Harga sahamnya terus melonjak setelah pencatatan perdana.
Laba Saham RATU Anjlok 43%
Laba PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) turun 43% secara tahunan atau year on year (yoy) menjadi US$ 13,95 juta atau Rp 229,47 miliar (kurs Rp 16.443 per US$) tahun lalu.
Pendapatan RATU naik 22,7% menjadi US$ 57,74 juta atau Rp 949,49 miliar. Raihan ini ditopang oleh lifting minyak dan gas pihak ketiga US$ 57,74 miliar. Namun, beban pokok pendapatan RATU naik dari US$ 20,32 juta menjadi US$ 35,29 juta. Sedangkan laba bruto turun dari US$ 26,72 juta menjadi menjadi US$ 22,44 juta.
Rukun Raharja (RAJA) Lepas 126,5 Juta Saham RATU, Induk usaha PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) juga sebelumnya melepas kepemilikan sebagian kepemilikan saham di anak usaha PT Raharja Energi Cepu (RATU). Kedua emiten milik suami Puan Maharani ini bergerak di bidang energi.
Sekretaris Perusahaan Rukun Raharja, Yuni Pattinasarany, menyebutkan jumlah tersebut setara dengan 4,66% dari modal yang telah ditempatkan dan disetor penuh di RATU. Transaksi berlangsung di Bursa Efek Indonesia pada 5 Maret 2025.
“RAJA melepaskan sebanyak 126,52 juta saham yang dimiliki oleh perseroan,” tulis Yuni dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (6/3).
Yuni menambahkan bahwa pelepasan saham ini tidak berdampak pada kendali perseroan atas RATU. Perseroan tetap menjadi Pemegang Saham Utama dengan kepemilikan sebesar 75,34%.
Di sisi lain, meski tidak menjelaskan alasan pelepasan saham, namun pada 2024 manajemen RAJA menjelaskan akan melakukan divestasi saham di RATU sebagai bagian dari rencana strategis. Divestasi ini sudah diawali dengan mengantarkan Raharja Energi Cepu melantai di Bursa Efek Indonesia melalui initial public offering atau IPO.