Affinity Equity Jadi Pengendali Baru YUPI Usai IPO, Bagaimana Prospeknya?

Nur Hana Putri Nabila
25 Maret 2025, 12:26
 PT Yupi Indo Jelly Gum Tbk (YUPI)
Youtube YUPI
PT Yupi Indo Jelly Gum Tbk (YUPI)
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Emiten permen PT Yupi Indo Jelly Gum Tbk (YUPI) resmi mencatatkan saham perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini, Selasa (25/3). Perusahaan menjadi emiten ke-11 di bursa pada tahun ini dan menunjuk PT CIMB Niaga Sekuritas, PT Mandiri Sekuritas, dan PT OCBC Sekuritas Indonesia sebagai penjamin dan pelaksana emisi efek perseroan.

Pada debut perdananya, saham YUPI dibuka turun 2,09% ke level Rp 2.340 per lembar. Kemudian sahamnya menguat 1,67% ke level Rp 2.430 per lembar saham pada pukul 09.05 WIB. 

Volume saham yang diperdagangkan tercatat 15,06 juta dengan nilai transaksi Rp 35,95 miliar. Sementara frekuensi perdagangan tercatat sebanyak 8.107 kali. Adapun kapitalisasi pasar Yupi Indo Jelly Gum pagi ini senilai Rp 20,76 triliun.

Direktur Utama Yupi Indo Jelly Gum, Yohanes Teja, mengatakan perusahaan berkomitmen untuk menghadirkan produk berkualitas. Ia juga mengatakan sejak berdiri 28 tahun, perusahaan juga akan menghadirkan produk inovatif dan lebih sehat di asia maupun di dunia. 

“Melalui strategi ekspansi yang matang, kami yakin Yupi akan memperluas jejaknya di pasar global, sambil terus memperkuat posisi sebagai pemimpin pasar di dalam negeri,” kata Yohanes di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (25/3). 

Adapun setelah IPO, Affinity Equity Partners bakal menjadi pengendali baru Yupi Indo Jelly Gum. Affinity menjadi pengendali setelah mengakuisisi mayoritas saham perseroan dari tangan PT Sweets Indonesia (PTSI) dan Daniel Budiman. Affinity Equity diketahui merupakan perusahaan ekuitas swasta asal Hong Kong. 

Merespons hal tersebut, Direktur Utama Mandiri Sekuritas, Oki Ramadhana, mengatakan kehadiran Affinity sebagai pengendali YUPI akan semakin memperkuat posisi perusahaan. Tak hanya itu, ia juga menilai YUPI memiliki fundamental yang kuat serta prospek pertumbuhan yang positif. 

“Bayangkan Affinity nanti akan menjadi pengendali dan itu bagus buat negara kami,” ucap Oki saat ditemui di Gedung Bursa Efek Indonesia, Selasa (25/3). 

Kemudian Oki juga menegaskan masuknya Affinity Equity sebagai pengendali akan memberikan dorongan positif bagi YUPI, terutama untuk menjalankan rencana ekspansinya. Dengan pabrik yang sudah ada di Indonesia, kata Oki, kehadiran private equity ini akan semakin mempercepat ekspansi, tidak hanya di pasar domestik tetapi juga internasional.  

Selain itu, Oki juga menyoroti posisi YUPI sebagai pemimpin pasar di segmen permen lunak. Berdasarkan prospektus perusahaan, YUPI menguasai 67% pangsa pasar di Indonesia, 21% di Malaysia, 17% di Singapura, dan 23% di Thailand, dan hampir menguasai pangsa pasar di Asia Tenggara. 

“Jadi IPO seperti ini yang fundamentalnya bagus dan growth story-nya bagus, itu yang akan kami bawa terus,” tambah Oki. 

Robin Ong Eng Jin dan Akuisisi di Balik IPO YUPI 

Salah satu hal menarik dari penawaran saham perdana (IPO) PT Yupi Indo Jelly Gum (YUPI) adalah adanya aksi akuisisi setelah IPO berlangsung. Berdasarkan prospektus, setelah IPO, YUPI akan memiliki pemegang kendali baru. Perubahan ini terjadi karena Robin Ong Eng Jin akan mengakuisisi YUPI melalui PT Confectionery Consumer Products Indonesia (CCPI). 

Hal ini telah tertuang dalam surat pernyataan tertanggal 24 Februari 2025. Setelah akuisisi rampung, Robin Ong Eng Jin akan mengendalikan PT CCPI, yang nantinya menjadi pemegang saham pengendali YUPI. Akuisisi ini merupakan bagian dari strategi ekspansi yang lebih luas di sektor makanan ringan di Asia. 

“PT CCPI menyatakan Robin Ong Eng Jin sebagai pemilik manfaat dari PT CCPI berdasarkan Peraturan Presiden No. 13/2018,” tulis prospektus IPO yang dikutip Jumat (7/3). 

Akuisisi ini dilakukan dengan skema yang memungkinkan PT CCPI mengambil alih mayoritas saham YUPI setelah IPO. Setelah transaksi selesai, PT CCPI akan memiliki 90% saham YUPI, sedangkan 10% sisanya tetap dimiliki oleh masyarakat. 

Prospektus juga menjelaskan bahwa PT CCPI adalah perusahaan yang secara tidak langsung dimiliki oleh Confectionery Products (Holdings) Limited (CPHL), berbasis di Kepulauan Cayman. CPHL sendiri didukung oleh Affinity Asia Pacific Fund V L.P. dan Affinity Asia Pacific Fund V (No. 2) L.P., yang merupakan investor institusional di sektor konsumsi. Sebagai bagian dari kesepakatan, PT CCPI tidak akan menjual sahamnya di YUPI selama 12 bulan setelah IPO. Kebijakan ini bertujuan menjaga stabilitas kepemilikan dan memberi kepercayaan kepada investor baru. 

Siapa Robin Ong Eng Jin? 

Robin Ong Eng Jin bukan sosok baru di dunia investasi. Berdasarkan penelusuran Katadata.co.id, saat ini ia menjabat sebagai direktur di beberapa perusahaan investasi yang berbasis di Malta, seperti Capital Strength Limited, Clarity Investment Limited, dan Connect Improvement Limited. 

Robin juga memegang jabatan di Centurion Resources Investment Limited dan Centennial Investment Limited bersama rekan bisnisnya, Tracy Ang Pei Fang. Sebagai profesional investasi asal Singapura, Robin memiliki pengalaman luas di bidang manajemen dan kepemimpinan perusahaan. 

Ia juga tercatat sebagai direktur di Concordant Investments Pte. Ltd., perusahaan investasi berbasis di Singapura. Tak hanya itu, Robin juga berperan di Affinity Equity Partners, perusahaan modal ventura dan ekuitas swasta berbasis di Hong Kong. Perusahaan ini terafiliasi dengan Affinity Asia Pacific Fund V L.P., yang mengelola aset hingga US$14 miliar. Dalam mengelola YUPI, Robin Ong Eng Jin berperan melalui CPHL dan Affinity Asia Pacific Fund V L.P. 

Berdasarkan memorandum tanggal 4 Maret 2025 dari Walkers Limited Liability Partnership di Singapura, Affinity dan CPHL didirikan secara sah di Kepulauan Cayman. Dokumen itu juga menegaskan bahwa Affinity tidak sedang terlibat dalam perkara hukum. Selain itu, seluruh limited partners dari Affinity Funds adalah investor pasif. Mereka tidak terlibat dalam manajemen atau pengendalian Affinity Funds.

“Ong Eng Jin memiliki kewenangan untuk mengelola bisnis CPHL dan dapat melaksanakan segala keputusan strategis terkait anak perusahaannya,” demikian tertulis dalam dokumen tersebut.



Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Nur Hana Putri Nabila

Cek juga data ini

Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...