IHSG Diproyeksi Menguat, Saham INDF, UNTR, hingga BRMS Jadi Rekomendasi
Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG diramal menguat pada perdagangan saham hari ini, Rabu (16/4). Sebelumnya IHSG ditutup naik 1,15% ke 6.441 pada perdagangan Selasa (15/4) kemarin.
Analis MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, mengatakan IHSG masih berpeluang melanjutkan penguatannya dengan target terdekat berada di 6,510-6,678. “Namun, pada skenario terburuk diperkirakan masih terdapat potensi koreksi dimana IHSG akan mengarah ke 5.633-5.770,” ucap Herditya dalam risetnya, Rabu (16/4).
MNC Sekuritas merekomendasikan PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS), dan PT MAP Aktif Adiperkasa Tbk (MAPA). Ada pula saham PT Panin Financial Tbk (PNLF), dan PT United Tractors Tbk (UNTR).
Kemudian Pilarmas Investindo Sekuritas melihat IHSG berpotensi menguat terbatas dengan target support dan resistance 6.160–6.530. Pilarmas merekomendasikan PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF), PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP), dan PT Bumi Resources Tbk (BUMI).
Analis Phintraco Sekuritas, Valdy K, memperkirakan IHSG akan bergerak fluktuatif pada Rabu (16/4) di kisaran 6.350–6.500. Secara teknikal, indeks membentuk pola shooting star pada perdagangan Selasa (15/4), yang artinya ada keraguan pelaku pasar terhadap kebijakan pengecualian tarif balasan dari Pemerintah AS untuk sejumlah produk teknologi.
Sentimen pasar masih dibayangi kekhawatiran akan perubahan kebijakan tarif. Menjelang libur panjang sebelumnya, pasar sempat menangkap sinyal bahwa Pemerintah AS akan menerapkan pendekatan yang lebih selektif dan fleksibel dalam kebijakan tarif balasan tersebut.
“Akan tetapi, pada kenyataannya kebijakan bersifat agresif dan menyasar hampir semua mitra dagang AS,” ucapnya.
Dari dalam negeri, Valdy mengatakan negosiasi terkait kebijakan tarif tengah berlangsung dengan Indonesia diwakili oleh tim yang dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto.
Dari sisi data ekonomi, kombinasi isu tarif dan melemahnya konsumsi domestik turut menekan indeks keyakinan konsumen yang turun menjadi 121,1 pada Maret 2025, dari sebelumnya 126,4 di Februari 2025. Penurunan ini diperkirakan berlanjut pada April 2025, seiring dengan meningkatnya intensitas kebijakan tarif.
Saham-saham yang dapat diperhatikan meliputi PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE), PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO), PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF), PT Barito Pacific Tbk (BRPT), dan PT Mayora Indah Tbk (MYOR).
