Profil Bank Woori Saudara (SDRA) yang Tersandung Skandal Kredit Rp 1,28 Triliun

Karunia Putri
8 Juni 2025, 10:21
Bank Woori Saudara (BWS)
shutterstock.com
Bank Woori Saudara (BWS)
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Anak usaha bank jumbo asal Korea Selatan Woori Bank yang ada di Indonesia, PT Bank Woori Saudara Indonesia 1906 Tbk (SDRA) tersandung skandal penipuan kredit. Kasus ini melibatkan perusahaan ekspor lokal berskala menengah dengan nilai kredit mencapai US$ 78,5 juta atau sekitar Rp 1,28 triliun. 

Mengutip keterangan resmi dari Bank Woori dalam Business Korea, manajemennya mengatakan Bank Woori Saudara telah mengonfirmasi tuduhan penipuan yang melibatkan perusahaan Indonesia yang berurusan dengan mereka.

Bank menduga adanya penyimpangan dalam proses pengajuan letter of credit oleh perusahaan tersebut. Dokumen tersebut seharusnya menjamin pembayaran ekspor, namun diduga memuat informasi tidak akurat. 

Nilai total letter of credit itu mencapai US$ 78,5 juta. Namun, Woori Bank menyatakan nilai kerugian sebenarnya masih dalam proses penelaahan. Untuk menanggulangi potensi kerugian, Woori Bank telah mengirim pejabat dari kantor pusat ke Indonesia guna melakukan investigasi dan mengambil langkah hukum, termasuk mengamankan aset perusahaan terkait.

Pihak perusahaan eksportir disebut telah menyatakan niat untuk melunasi kewajiban tersebut, termasuk menyerahkan informasi keuangan dan jadwal pembayaran kepada bank.

“Kami akan bekerja sama erat dengan otoritas setempat untuk menangani kasus ini sesuai hukum,” ujar perwakilan Woori Bank.

Dalam keterangan resmi yang dimuat SDRA di situs resmi mereka, manajemen Bank Woori Saudara menyatakan nilai US$ 78,5 juta tersebut adalah total exposure dari transaksi dengan nasabah, bukan nilai pasti dari kerugian yang diderita. 

“Nilai kerugian sebenarnya masih dalam proses investigasi internal. Bank Woori Saudara sedang melakukan pemeriksaan menyeluruh sesuai ketentuan yang berlaku,” kata manajemen SDRA dikutip Jumat (6/6).

Manajemen juga menegaskan bahwa seluruh operasional dan layanan di kantor cabang tetap berjalan normal. “Kami berkomitmen menjaga kepercayaan nasabah dan seluruh pemangku kepentingan,”ujarnya.

Profil Bank Woori Saudara

Merujuk profil perusahaan yang dimuat dalam website perseroan, PT Bank Woori Saudara Indonesia 1906 Tbk (SDRA) merupakan lembaga keuangan yang telah berdiri sejak 1906. Mulanya perseroan ini bernama Himpoenan Saudara. Perusahaan mulai beroperasi sebagai bank tabungan resmi pada 1955.

Bank ini memperoleh izin resmi sebagai Bank Tabungan dari Kementerian Keuangan Republik Indonesia pada 11 November 1955, berdasarkan SK No.249.542/U.M II. Pada tahun 1974, status hukum perusahaan diubah menjadi Perseroan Terbatas dan berganti nama menjadi PT Bank Tabungan HS 1906.

Kemudian, transformasi signifikan terjadi pada awal 2014. Bank Saudara selanjutnya menjalin kerja sama dengan Woori Bank Korea. Dalam kerja sama ini, Woori Bank Korea dan anak usahanya, PT Bank Woori Indonesia, masuk sebagai pemegang saham utama. 

Proses pengalihan saham dilakukan melalui akuisisi saham milik pengusaha nasional Arifin Panigoro dan PT Medco Intidinamika. Pada akhir 2014, PT Bank Woori Indonesia secara resmi melakukan merger ke dalam Bank Saudara, yang kemudian mengubah nama perusahaan menjadi PT Bank Woori Saudara Indonesia 1906 Tbk tertanggal 30 Desember 2014.

Saat ini, struktur kepemilikan saham didominasi oleh Woori Bank Korea yang menggenggam 90,75% saham, sedangkan sisanya, 9,25%, dimiliki oleh publik.  Bank Woori Saudara tercatat di Bursa Efek Indonesia sejak 15 Desember 2006 melalui proses Initial Public Offering (IPO) dengan harga penawaran awal sebesar Rp 115 per saham.

Struktur Dewan Komisaris dan Direksi Bank Woori Saudara Indonesia

Dewan Komisaris:

  • Presiden Komisaris: Arief Budiman
  • Komisaris Independen: Ahmad Fajarprana
  • Komisaris Independen: Hadi Haryadi

Dewan Direksi:

  • Presiden Direktur: Kim Eungchul
  • Direktur Business Support: Edwin Sulaeman
  • Direktur TI dan Jaringan Komunikasi: Benny Sudarsono Tan
  • Direktur Risiko dan Kepatuhan: Wuryanto
  • Direktur Konsumer: Abdurachman Hadi
  • Direktur Keuangan dan Perencanaan: Kim Wook Bae

Kredit dan Rasio Bermasalah Naik

Dalam laporan keuangan per 31 Maret 2025, Bank Woori Saudara mencatat penyaluran kredit sebesar Rp 47,94 triliun, naik tipis 3,56% dibanding periode yang sama tahun lalu.

Namun, cadangan kerugian penurunan nilai aset keuangan melonjak menjadi Rp 864,83 miliar, atau naik 15,38% dibandingkan Maret 2024. Rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) bruto naik dari 1,64% menjadi 2,26%. Sementara rasio NPL net meningkat dari 0,91% menjadi 1,56%.

Meski demikian, Bank Woori Saudara membukukan pendapatan bunga bersih Rp 433,53 miliar, naik 10,13% secara tahunan. Laba bersih juga naik 2,1% menjadi Rp 154,33 miliar pada kuartal I 2025.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Karunia Putri

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...