Bumi Resources Terbitkan Obligasi Rp 350 M Demi Akuisisi Tambang Emas Australia
PT Bumi Resources Tbk (BUMI) menawarkan obligasi berkelanjutan tahap I tahun 2025 senilai Rp 350 miliar. Dana hasil penerbitan surat utang ini akan digunakan untuk mengakuisisi perusahaan tambang emas di Australia, Wolfram Limited.
Berdasarkan prospektus yang dipublikasikan perseroan pada Kamis (19/6) di Bursa Efek Indonesia, nilai akuisisi Wolfarm Limited mencapai 33 juta dolar Australia. Nilai akuisisi ini setara Rp 350 miliar dengan asumsi kurs tengah BI pada 9 Mei 2025 sebesar Rp 10.593 per dolar AS.
Wolfram Limited didirikan pada 8 Juli 2022 berdasarkan hukum Australia Barat dan terdaftar pada Australian Securities Investments Commission. Perusahaan tersebut memiliki kegiatan usaha tambang tembaga dan emas dengan izin pertambangan (mining license) No. ML 10343 yang berlaku sampai dengan 31 Desember 2036.
Adapun penerbitan obligasi ini akan dilakukan BUMI dalam tiga seri, yakni seri A dengan tenor 370 hari, seri B dengan tenor 3 tahun, dan seri C dengan tenor 5 tahun.
Bunga Obligasi dibayarkan setiap triwulan, dengan pembayaran pertama pada 8 Oktober 2025. Sedangkan bunga obligasi terakhir sekaligus pelunasan akan dibayarkan pada 18 Juli 2026 untuk seri A, 8 Juli 2028 untuk seri B, dan 8 Juli 2030 untuk seri C.
Dalam penerbitan obligasi ini, perusahaan telah memperoleh peringkat A+ dari PT Pemeringkat Efek Indonesia atau Pefindo.
Berikut jadwal penerbitan obligasi berkelanjutan BUMI tahap 1 tahun 2025:
- Masa Penawaran Awal : 19 - 23 Juni 2025
- Perkiraan Tanggal Efektif : 26 Juni 2025
- Perkiraan Masa Penawaran Umum : 1 Juli – 3 Juli 2025
- Perkiraan Tanggal Penjatahan : 4 Juli 2025
- Perkiraan Tanggal Pengembalian Uang Pemesanan : 8 Juli 2025
- Perkiraan Tanggal Distribusi Obligasi Secara Elektronik : 8 Juli 2025
- Perkiraan Tanggal Pencatatan pada Bursa Efek Indonesia : 9 Juli 2025
Jejak Utang dan Kinerja Bumi Resources (BUMI)
Dalam prospektus obligasi tersebut, BUMI menjelaskan total liabilitas perusahaan hingga akhir tahun lalu mencapai US$ 1,3 miliar atau setara Rp 21 triliun (asumsi kurs Jisdor akhir 2024 Rp 16.157 per dolar AS).
Total liabilitas tersebut, terdiri dari liabilitas jangka pendek sebesar US$ 530 juta dan liabilitas jangka panjang US$ 768,5 juta.
Total liabilitas BUMI pun turun menjadi US$ 1,16 miliar. Penurunan terutama terjadi pada liabilitas jangka pendek menjadi US$ 450 juta, sedangkan liabilitas jangka panjang turun menjadi US$ 715 juta.
Adapun BUMI mencatatkan laba bersih pada kuartal I 2025 sebesar US$ 17,9 juta, anjlok dibandingkan periode yang sama tahun lalu US$ 67,6 juta. Kinerja laba perusahaan anjlok akibat pendapatan yang turun dari US$ 1,44 miliar menjadi US$1,17 miliar seiring penurunan harga batu bara.
Kinerja laba bersih perusahaan pada sepanjang tahun lalu sempat melonjak 45,5% dibandingkan 2023 mencapai US$ 170,9 juta atau setara Rp 2,76 triliun. Laba bersih BUMI melonjak seiring beban pokok pendapatan yang berhasil diturunkan sebesar 14% menjadi US$ 5,1 miliar meski pendapatan turun 13% menjadi US$ 5,7 miliar.
Adapun pada perdagangan hari ini, harga saham BUMI anjlok 4,72% ke level Rp 121. Namun, harga sahamnya tercatat naik 36% dalam tiga bulan terakhir.
