Bursa Saham Global Tertekan Imbas Konflik Israel – Iran, Dolar Amerika Menguat
Bursa saham global melemah pada perdagangan Kamis waktu setempat (19/6) imbas konflik Israel – Iran yang memanas. Sementara itu, dolar Amerika menguat.
Kekhawatiran investor terhadap konflik Israel – Iran meningkat setelah Presiden Amerika Donald Trump mengeluarkan pernyataan soal kemungkinan keterlibatan negaranya. "Saya mungkin melakukannya. Saya mungkin tidak melakukannya," ujar dia kepada wartawan di luar Gedung Putih, dikutip dari Reuters, Jumat (20/6).
Indeks saham Eropa STOXX 600 turun 0,6%. Ini merupakan penurunan selama tiga berturut-turut. Dalam sepekan, indeks turun hampir 2,5% dan menjadi penurunan mingguan terbesar sejak gejolak tarif impor Amerika pada April.
Sementara itu, bursa saham Amerika Wall Street dan pasar obligasi tutup, karena hari libur nasional atau Juneteenth.
“Pelaku pasar masih gelisah dan belum yakin dengan arah kebijakan geopolitik,” ujar analis senior di Capital.com Kyle Rodda.
Menurut dia, spekulasi atas kemungkinan intervensi Amerika dalam membantu Israel akan menambah kekhawatiran tentang eskalasi konflik dan potensi pembalasan dari Iran. Konflik ini berisiko terhadap pasokan energi global dan bisa berdampak negatif terhadap pertumbuhan ekonomi dunia.
Harga Emas dan Minyak Naik Imbas Konflik Israel – Iran
Harga minyak Brent naik 2% ke level US$ 78 per barel pada Kamis (19/6), mendekati posisi tertinggi sejak Januari dan mencatat kenaikan hingga 11% dalam sepekan.
Sementara itu, harga emas global tercatat di level US$ 3.365 per ons atau sedikit melemah.
Harga platinum naik mendekati US$ 1.300 per ons, menyentuh level tertinggi dalam hampir 11 tahun, didorong oleh meningkatnya permintaan sebagai alternatif yang lebih murah dari emas.
Dolar AS menguat terhadap mayoritas mata uang utama. Euro melemah 0,2% ke posisi US$ 1,1462. Dolar Australia dan Selandia Baru yang termasuk mata uang berisiko, masing-masing turun sekitar 1%.
Dolar Amerika juga menguat terhadap franc Swiss, meskipun mata uang safe haven itu masih ditopang kebijakan bank sentral. Safe haven adalah aset investasi yang diharapkan dapat mempertahankan atau meningkatkan nilainya selama periode ketidakpastian ekonomi atau gejolak pasar.
Respons Bank Sentral Global soal Konflik Israel – Iran
Bank sentral Amerika, The Fed mempertahankan suku bunga acuan pada hari Rabu (18/6). Meski demikian, proyeksi kebijakan menunjukkan rencana dua kali pemangkasan suku bunga masing-masing 25 basis poin sepanjang tahun ini.
Ketua The Fed Jerome Powell menyampaikan pernyataan kehati-hatian terkait pelonggaran moneter lanjutan. Ia menyinggung soal potensi lonjakan inflasi imbas kebijakan tarif impor agresif di bawah pemerintahan Trump.
Bank of England juga mempertahankan suku bunga acuan atau sesuai ekspektasi pasar. Namun, ketidakpastian kebijakan tarif impor Amerika disebut tetap membebani prospek ekonomi Inggris dan menekan nilai tukar pound sterling.
Di Norwegia, Norges Bank memangkas suku bunga 25 basis poin. Hal ini membuat mata uang crown tertekan.
Swiss National Bank juga memangkas suku bunga menjadi nol, sedikit di bawah ekspektasi pasar. Meski begitu, franc Swiss menguat terhadap dolar AS.
