Tiga Saham Pilihan Analis untuk Raup Cuan di Tengah Perang Israel-Iran

Karunia Putri
23 Juni 2025, 11:54
IHSG, pasar saham, BEI, rekomendasi saham
ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/nz
Bursa Efek Indonesia mencatat investor asing ramai meninggalkan pasar saham. Aksi jual bersih atau net sell itu tercatat total Rp 4,5 triliun pada 16-20 Juni 2025.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Keterlibatan Amerika Serikat dalam perang Iran-Israel dengan meluncurkan serangan udara ke fasilitas nuklir Iran mengguncang dinamika geopolitik. Aksi tersebut ini memicu kekhawatiran investor saham dan menyebabkan bursa saham global, termasuk Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG rontok.

Berdasarkan laporan Reuters, dana ekuitas AS mencatat arus keluar mingguan terbesar selama tiga bulan terakhir selama pekan lalu.

Di pasar domestik, Bursa Efek Indonesia mencatat investor asing ramai meninggalkan pasar saham. Aksi jual bersih atau net sell itu tercatat total Rp 4,5 triliun pada 16-20 Juni 2025. 

Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG juga terpantau turun hingga 1,84% pada perdagangan sesi I hari ini, seiring dengan bursa saham Asia.

Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT) David Kurniawan mengimbau para investor saham untuk mencermati kondisi geopolitik dan dampaknya ke harga energi pada pekan ini.

“Geopolitik antara Israel-Iran masih krusial. Jika konflik mereda minyak turun dan saham konsumen terangkat. Sebaliknya, jika eskalasi meningkat, pasar energi naik dan sektor pertahanan mendapat dukungan,” kata David dalam keterangan resmi dikutip Senin (23/6).

Adapun waktu perdagangan pekan ini lebih singkat satu hari dengan libur Tahun Baru Hijriyah pada Jumat (29/6) mendatang. Berikut tiga rekomendasi saham yang dapat dicermati selama perdagangan minggu ini dalam bayang-bayang konflik Iran-Israel:

PT Barito Pacific Tbk (BRPT)

Menurut David, emiten milik orang terkaya nomor dua di Tanah Air ini dapat dicermati seiring dengan lonjakan harga energi.  “Secara teknikal sampai dengan saat ini BRPT bergerak dalam fase kenaikan harga (uptrend.) Fase retrace dan konsolidasi ini memberikan area entry yang cukup baik dengan risiko terukur,” kata dia.

Di sisi lain, pemerintah Indonesia sedang menargetkan untuk mulai bertransisi ke energi yang bersih. Menurut David, Barito Pacifik selama ini menjadi salah satu favorit investor.

Ia merekomendasikan BRPT untuk dibeli di harga Rp 1.500 per saham, dengan target harga di Rp 1.600. David mengatakan investor berpotensi meraih keuntungan sebesar 6,67% jika harga saham mencapai level itu.

Namun, untuk mengelola risiko, ia menyarankan agar investor menetapkan batas kerugian (stop loss) di harga Rp 1.445. Jika harga saham turun hingga ke level itu, investor sebaiknya menjual untuk membatasi kerugian maksimal di kisaran 3,67%.

Sementara itu rasio risiko terhadap potensi imbal hasil (risk to reward ratio) dari transaksi ini adalah 1:1,8.

PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI)

Meskipun saham perbankan sedang mengalami koreksi selama pekan terakhir, David memandang saat ini merupakan momen yang tepat di area support saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI). 

Entry point di area sekarang memberikan risiko yang sangat terukur terdukung Bank Indonesia yang menahan suku bunga akan menjadi sentimen yang menarik bagi emiten perbankan,” ujarnya.

Support adalah merupakan area harga saham tertentu yang diyakini sebagai titik terendah pada satu waktu. Saat menyentuh support, harga umumnya akan kembali naik karena peningkatan pembelian.

Saham BBNI direkomendasikan untuk dibeli di harga Rp 4.110 per saham. Target harganya berada di level Rp 4.300 dengan peluang keuntungan sebesar 4,62% jika harga saham mencapai target tersebut.

Untuk mengantisipasi kerugian, investor disarankan menetapkan batas kerugian (stop loss) di harga Rp 4.050. Dengan begitu, potensi kerugian dapat dibatasi hanya sekitar 1,46%. Sementara rasio antara risiko dan potensi keuntungan dari transaksi ini adalah 1:3,2.

PT Indosat Tbk (ISAT)

David merekomendasikan saham telekomunikasi PT Indosat Tbk (ISAT). “Sampai saat ini, ISAT bergerak dalam tren yang sangat baik, terlihat dari candlestick terus bergerak di atas MA5,” kata dia.

Menurut dia, jika area konsolidasi ini berhasil menembus level penting (breakout) dengan volume, maka saham ini akan menarik bagi para trader.

Adapun saham ISAT direkomendasikan untuk dibeli di harga Rp 2.100 per saham. Jika saham ini mencapai target harga di Rp 2.250, trader berpotensi mendapatkan keuntungan sebesar 7,14%.

Untuk membatasi potensi kerugian, disarankan menetapkan batas kerugian (stop loss) di Rp 2.020. Dengan begitu, kerugian maksimal bisa ditekan hingga sekitar 3,81% apabila harga saham bergerak turun. Rasio antara risiko dan potensi imbal hasil dari transaksi ini adalah 1:1,9.

Selain merekomendasikan saham, IPOT juga memberikan saran pilihan obligasi. David merekomendasikan obligasi FR0097. Obligasi FR0097 adalah Obligasi Negara Republik Indonesia (SUN) bertenor 10 tahun dengan memiliki kupon tetap (fixed rate) sebesar 7,125% per tahun dan jatuh tempo pada 15 Juni 2043.

David mengatakan, obligasi ini menawarkan imbal hasil rata-rata di kisaran 6,8%. Sementara itu, imbal hasil hingga jatuh tempo (yield to maturity/ytm) yang tercatat saat ini berada di level 6,9%. 

“Angka ytm ini bahkan sedikit lebih tinggi dan menarik dibandingkan rata-rata imbal hasil obligasi 10 tahun Indonesia,” kata dia.



Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Karunia Putri
Editor: Agustiyanti

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...