Wall Street Bergerak Fluktuatif Seiring Meredanya Ketegangan Israel - Iran

Nur Hana Putri Nabila
26 Juni 2025, 05:56
Wall Street
Wall Street
Wall Street
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Indeks bursa Wall Street di Amerika Serikat (AS) bergerak variatif pada perdagangan saham hari Rabu (25/6). Perbedaan gerakan ditopang oleh meredanya ketegangan konflik Israel-Iran.

S&P 500 berakhir mendekati posisi datar, sementara Nasdaq Composite menguat 0,31%. Lalu Dow Jones Industrial Average terkoreksi 106,59 poin atau 0,25%.

Saham Nvidia melonjak 4% setelah mencetak rekor tertinggi baru dalam 52 pekan terakhir. Saham Alphabet, induk usaha Google, menguat 2%, sedangkan AMD naik 3%.

S&P 500 saat ini kurang dari 1% dari rekor intraday di level 6.147,43 yang tercatat pada 19 Februari, dan mendekati rekor penutupan tertinggi di 6.144,15. Nasdaq juga tercatat hanya naik tipis dari puncak yang dicapai pada Desember tahun lalu.

Sepanjang pekan ini, S&P 500 sudah naik lebih dari 2%, didorong oleh reaksi Iran yang lebih tenang terhadap serangan AS serta kabar gencatan senjata antara Iran dan Israel yang diumumkan Presiden Donald Trump. Investor menyambut baik perkembangan tersebut karena dinilai meredakan risiko gangguan terhadap pasokan minyak global.

Kondisi pasar juga ditopang oleh meredanya ketegangan perdagangan dan ekspektasi bahwa gencatan senjata di Timur Tengah akan bertahan, meskipun masih bergejolak.. Israel dan Iran saling tuding telah melanggar kesepakatan beberapa jam setelah pengumuman gencatan.

Kepala Strategi Investasi Concurrent Asset Management, Leah Bennett, menilai pasar tengah berada dalam tarik menarik antara dorongan tren jangka panjang seperti kecerdasan buatan (AI), robotika, kripto, dan berbagai inovasi teknologi, dengan tekanan siklikal dari potensi kesalahan kebijakan.

"Namun, hari ini, tren jangka panjang tampaknya lebih mendominasi," ucap Bennett dikutip CNBC, Kamis (26/6). 

Pada April lalu, S&P 500 sempat merosot lebih dari 20% dari level tertingginya akibat kekhawatiran bahwa kenaikan tarif oleh AS akan menekan ekonomi global. Namun, data ketenagakerjaan dan inflasi menunjukkan stabilitas meskipun gejolak masih ada.



Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Nur Hana Putri Nabila

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...