Prospek Saham Bangun Kosambi (CBDK) di Tengah Aksi Buyback Rp 1 Triliun

Karunia Putri
30 Juni 2025, 10:59
CBDK, bangun kosambi, prospek saham
Bangun Kosambi Sukses
Ilustrsi. CBDK mencatatkan penurunan laba bersih sebesar 40,28% pada kuartal I 2025 menjadi Rp 129,94 miliar.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Emiten terafiliasi konglomerat Sugianto Kusuma atau Aguan dan Anthoni Salim, PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK) menyediakan dana hingga mencapai Rp 1 triliun untuk melakukan pembelian kembali atau buyback saham. Harga saham CBDK tercatat turun 6% dalam sebulan terakhir. Lantas, bagaimana prospeknya?

Retail Research Analyst CGS International Sekuritas Indonesia Mino menilai, saham anak usaha PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) masih berada di area bearish atau tren penurunan.

“Saran saya wait and see (tunggu dan lihat) dulu. Bisa jual jika sudah mencapai level 5.650,” kata Mino pada Senin (30/6).

Sebaliknya, Head of Research Retail MNC Sekuritas Herditya Wicaksana juga merekomendasikan investor membeli sahamnya. Ia memperkirakan support saham CBDK berada di level 5.500 dan resistance di level 5.950. Adapun target harga CBDK, menurut Herditya di level 6.325-6.575. 

Herditya menjelaskan, adanya aksi korporasi yang akan dilakukan CBDK yakni pembelian saham kembali atau buyback akan menjadi sentimen positif terhadap pergerakan harga saham emiten ini.

CBDK Siap Buyback hingga Rp 1 triliun

Merujuk keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia, CBDK berencana melakukan pembelian saham kembali atau buyback saham dengan alokasi dana mencapai Rp 1 triliun.

Direktur CBDK Markus Kusumaputra mengatakan, jadwal buyback saham akan berlangsung dari 25 Juni 2025 hingga 24 September 2025. Namun, perseroan tidak menyebutkan ada berapa banyak saham yang akan dibeli pada aksi tersebut.

“Dalam melakukan pembelian saham, perseroan akan tetap memperhatikan batasan maksimum yang diperkenankan,” kata Markus dalam keterbukaan informasi BEI dikutip Senin (30/6).

Markus menjelaskan, aksi buyback ini bertujuan untuk menjaga keyakinan terhadap nilai pertumbuhan jangka panjang perusahaan. Langkah ini juga diambil sebagai upaya menjaga keseimbangan antara fundamental perseroan dengan fluktuasi pasar yang tengah berlangsung, sekaligus memperkuat kepercayaan para pemangku kepentingan dalam mendukung pertumbuhan berkelanjutan perusahaan.

“Untuk menunjukkan keyakinan terhadap nilai intrinsiknya, mengoptimalkan struktur modal serta memperkuat kemampuannya dalam memberikan nilai pertumbuhan,” kata Markus.

Ia juga menekankan bahwa aksi korporasi ini menjadi sinyal bahwa CBDK memiliki likuiditas yang memadai untuk melakukan pembelian saham kembali tanpa mengganggu kondisi keuangan, kegiatan operasional, maupun rencana investasi lainnya.

“Ini mencerminkan bahwa perseroan berada dalam kondisi keuangan yang sehat,” lanjutnya.

Kinerja Kuartal Pertama 2025

Merujuk laporan kinerja perseroan pada kuartal pertama tahun ini, CBDK mencatatkan penurunan laba bersih sebesar 40,28% dari Rp 217,62 miliar pada kuartal I 2024 menjadi Rp 129,94 miliar. Ini seiring pendapatan perseroan penjualan tanah dan bangunan yang terkoreksi dari Rp 506,44 miliar menjadi Rp 426,34 miliar.

CBDK menyebut, capaian ini bukan disebabkan oleh lemahnya permintaan, melainkan bagian dari strategi reposisi bisnis. Perusahaan kini tengah mengalihkan fokus dari penjualan properti ke pengembangan portofolio pendapatan berulang (recurring income).

Salah satu proyek utama yang sedang dipercepat pembangunannya adalah Nusantara International Convention Exhibitions (NICE), serta hotel bintang lima berkapasitas 250 kamar yang akan dikelola oleh anak usaha, PT Citra Kirana Bisnis Distrik (CKBD).

Presiden Direktur CBDK Steven Kusumo menyatakan, tahun 2025 merupakan masa transisi yang krusial bagi perusahaan.

"Kami percaya bahwa langkah ini akan memperkuat ketahanan bisnis CBDK dalam jangka panjang, sekaligus menjawab tantangan makro ekonomi dengan solusi berkelanjutan," ujar Steven dalam laporannya kepada Bursa Efek Indonesia (BEI).

Proyek NICE akan terdiri dari tiga bangunan dengan total luas lebih dari 123.000 meter persegi. Salah satu bangunan dijadwalkan mulai beroperasi pada Oktober 2025, sedangkan dua bangunan lainnya ditargetkan rampung pada semester kedua 2026.

Manajemen CBDK juga menyampaikan bahwa tahun ini mereka akan lebih fokus pada penguatan daya tahan perusahaan terhadap gejolak ekonomi. Dengan total bank tanah mencapai 698 hektare, CBDK optimistis memiliki ruang pengembangan yang luas untuk mendukung pertumbuhan jangka panjang.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Karunia Putri
Editor: Agustiyanti

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...