Kronologi Viral Transaksi Janggal Rp 1,8 M di Ajaib, Mengaku Cuma Beli Rp 1 Juta

Karunia Putri
1 Juli 2025, 11:38
Ajaib Sekuritas
Ajaib Sekuritas
Ajaib Sekuritas
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Media sosial sempat dihebohkan terkait kejanggalan transaksi pembelian saham yang dialami investor bernama I Nyoman Tri Atmajaya Putra. Ia mengaku menemukan keanehan saat melakukan transaksi melalui platform Ajaib Sekuritas. Akun miliknya tiba-tiba ditagih Rp 1,8 miliar atas pembelian saham tanpa sepengetahuannya di platform tersebut. 

Dalam unggahan media sosial yang viral, I Nyoman atau yang dikenal dengan akun @friendshipwithgod mengaku tidak pernah melakukan transaksi pembelian saham Bank Tabungan Negara (BBTN) sebanyak 16.541 lot dengan nilai mencapai Rp 1,8 miliar. Padahal, menurut pengakuannya, ia hanya melakukan pembelian rutin harian senilai Rp1 juta untuk saham BBTN pada Selasa (24/6), pukul 09.45 WIB.

Atas order pembeliannya belum matched, ia menutup aplikasi dan melanjutkan aktivitas lain. Namun saat membuka kembali aplikasi Ajaib pada pukul 12.37 WIB, ia mengaku terkejut karena mendapati transaksi jumbo yang telah diproses dengan dana limit. 

Ia langsung mencoba menghubungi relationship manager Ajaib yang sebelumnya membantunya, namun kontak tersebut sudah tidak aktif. Saat melaporkan kejadian ini ke layanan bantuan Ajaib, akunnya sempat dibekukan sehingga ia tak bisa mengakses portofolionya.

Setelah mendapat respons dari Ajaib Sekuritas, ia mengaku tidak puas dengan penjelasan yang diberikan. Menurutnya, pihak Ajaib menyebut transaksi tersebut telah melalui proses konfirmasi pengguna. 

Nyoman  mengklaim tidak pernah menerima notifikasi konfirmasi tersebut. Ia juga menyebut pihak Ajaib sempat mengakui kemungkinan adanya kesalahan sistem dalam percakapan telepon.

Yang menjadi kekhawatiran Nyoman adalah potensi kerugian tambahan jika sekuritas melakukan penjualan paksa (force sell) atas saham yang ia tidak merasa membelinya. Potensi kerugian tersebut diperkirakan mencapai Rp 47 juta.

Respons BEI dan Penjelasan Ajaib Sekuritas

Menanggapi hal tersebut, Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa Efek Indonesia (BEI) Irvan Susandy menyatakan, bursa akan menindaklanjuti laporan tersebut dengan meminta klarifikasi dari Ajaib Sekuritas.

“Kami akan follow up dulu kepada ajaib,” kata Irvan ketika dihubungi Katadata.co.id, Selasa (1/7)

Tak hanya itu, para nasabah juga mengeluhkan mengenai tampilan UI/UX di platform Ajaib Sekuritas yang terkesan menjebak para investor awam untuk mendapatkan pertumbuhan yang signifikan.

Mengenai hal tersebut Irvan mengatakan nasabah dapat menempuh tiga jalur penyelesaian untuk mengajukan komplain terhadap layanan anggota bursa yang dinilai tidak sesuai. Langkah ini sebagai bantalan yang disiapkan BEI untuk melindungi investor. 

Langkah pertama, nasabah dapat menyampaikan pengaduan langsung kepada Anggota Bursa terkait. Bursa Efek Indonesia (BEI) akan memantau perkembangan tindak lanjut dari pengaduan tersebut. 

Langkah kedua, pengaduan juga bisa disampaikan ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai lembaga pengawas industri jasa keuangan. Kemudian yang terakhir adalah penyelesaian sengketa dapat dilakukan melalui Lembaga Alternatif Penyelesaian Sengketa Sektor Jasa Keuangan (LAPS SJK).

Senior Legal Manager Ajaib Sekuritas Abraham Imamat menyatakan, pihaknya telah melakukan investigasi menyeluruh dan memastikan bahwa transaksi dilakukan oleh pemilik akun melalui perangkat yang telah terdaftar. Ia juga mengatakan transaksi telah melewati prosedur konfirmasi sesuai dengan standar sistem perusahaan.

“Tidak ditemukan adanya gangguan sistem maupun indikasi penyalahgunaan akun,” ujar Abraham dalam pernyataan resminya yang diterima Senin (30/6).

Ia juga menyatakan bahwa sesuai dengan Peraturan Bursa Efek Indonesia mengenai perdagangan efek, Ajaib tidak memiliki kewenangan untuk mengubah atau membatalkan transaksi yang telah terjadi. Seluruh hasil investigasi telah disampaikan kepada nasabah secara langsung dalam komunikasi resmi.

“Kami menyayangkan munculnya kesalahpahaman di ruang publik yang tidak mencerminkan hasil investigasi kami. Ajaib tetap berkomitmen untuk memberikan pengalaman investasi yang aman dan transparan bagi seluruh pengguna,” ujar Abraham.



Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Karunia Putri

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...