Waskita Karya (WSKT) Targetkan Restrukturisasi Utang Obligasi Rampung Akhir 2025
Emiten pelat merah PT Waskita Karya Tbk (WSKT) menargetkan proses restrukturisasi utang pada empat seri obligasi nonpenjaminan rampung pada Desember tahun ini.
Hal tersebut disampaikan perseroan dalam keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia melalui surat bernomor 526/WK/SEKPER/2025.
Corporate Secretary Waskita Karya Ermy Puspa Yunita mengatakan, tiga seri obligasi telah disetujui oleh para pemegang obligasi. “Saat ini Perseroan sedang dalam proses perolehan persetujuan restrukturisasi atas 1 seri obligasi non penjaminan,” kata Ermy dalam keterbukaan informasi dikutip Selasa (1/7).
Ermy menyatakan, persetujuan restrukturisasi ini perlu disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Obligasi (RUPO), khususnya persetujuan untuk Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) III tahap IV tahun 2019.
Menurut Ermy, restrukturisasi ini penting karena perusahaan sebelumnya gagal memenuhi kewajiban pembayaran utang, baik ke bank maupun ke investor obligasi. Perusahaan tercatat gagal membayar bunga dan pokok dari obligasi PUB III tahp IV tahun 2019 pada Mei 2024 mencapai Rp 1,36 triliun.
Hal inilah yang membuat saham WSKT dihentikan perdagangannya (disuspensi) oleh BEI. “Proses restrukturisasi ini diharapkan dapat memperbaiki kondisi perusahaan,” kata dia.
Ia menjelaskan, persentase progres penyelesaian kewajiban obligasi ini kini sudah sampai 75%.
Adapun WSKT telah merampungkan proses restrukturisasi utang perbankan sejak Oktober tahun lalu. Perusahaan dan para kreditur perbankan telah menyepakati perubahan atas Perjanjian Master Restructuring Agreement (MRA) serta perjanjian Kredit Modal Kerja Permanen (KMKP).
BEI sebelumnya, mencatat ada 55 emiten yang berpotensi dihapus pencatatannya (delisting) per 30 Juni 2025, salah satunya Waskita Karya. Perdagangan saham WSKT dihentikan sejak 8 Mei 2023 dan telah disuspensi selama 26 bulan.
Kebijakan ini diambil karena Waskita gagal memenuhi kewajiban pembayaran atas utang obligasi yang telah jatuh tempo.
Utang tersebut berasal dari Obligasi Berkelanjutan III Waskita Karya Tahap IV Tahun 2019 Seri B senilai Rp 1,36 triliun. Obligasi ini memiliki bunga tetap sebesar 9,75% per tahun dan jangka waktu lima tahun dengan jatuh tempo pada 16 Mei 2024.
