Efek IPO Chandra Daya (CDIA), Duo Saham Happy Hapsoro RAJA - RATU Melesat
Dua saham milik suami Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Puan Maharani, Happy Hapsoro, mengalami kenaikan pada perdagangan saham hari ini, Senin (7/7). Kenaikan sahamnya tersengat momentum penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) emiten orang terkaya RI Prajogo Pangestu, PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA).
Berdasarkan data perdagangan saham siang ini pukul 15.12 WIB, saham RAJA bergerak bergairah dengan melesat 8,73% ke Rp 2.490. Volume yang diperdagangkan tercatat 29,30 juta dengan nilai transaksi Rp 70,49 miliar, dan kapitalisasi pasarnya senilai Rp 10,53 triliun.
Tak hanya itu, kenaikan saham milik Happy Hapsoro itu juga diikuti oleh anak usahanya, PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU). Saham RATU juga terpantau naik 8,24% ke Rp 6.900 per lembarnya. Volumenya tercatat 7,53 juta dengan nilai transaksi Rp 50,28 miliar, dan kapitalisasi pasarnya mencapai Rp 18,73 triliun.
Keterkaitan CDIA dan RATU
Di samping itu, PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) mengungkap keterkaitannya dengan emiten minyak dan gas bumi PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU). Hal itu diungkap manajemen seiring dengan publikasi rencana pelepasan saham perdana atau initial public offering.
Merujuk dokumen IPO, anak usaha PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) itu mengumumkan memiliki sejumlah portofolio investasi yang tersebar dalam beberapa bidang. Salah satu pundi investasi adalah dengan menguasai saham RATU hingga 4,99%.
Investasi Chandra Daya di saham RATU tercatat sebagai aset keuangan lainnya atas investasi atau senilai US$ 9.640.098 sekitar Rp 157,97 miliar pada 2024. Sedangkan kepemilikan pada 2023 nihil.
Penawaran Saham IPO CDIA
CDIA akan menggelar penawaran umum perdana atau initial public offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 9 Juli 2025. Dari aksi korporasi ini, bayi dari gurita bisnis konglomerat Prajogo Pangestu ini akan meraup dana segar hingga Rp 2,37 triliun.
Berdasarkan prospektus IPO, emiten orang terkaya di Indonesia itu akan melepas sebanyak-banyak 12,48 miliar saham bernominal Rp 100. Jumlah ini setara dengan 10% dari total saham yang ditempatkan dan disetor oleh perseroan.
Lewat IPO, CDIA menawarkan saham Rp 190, nilai tersebut batas atas dari rentang Rp 170-Rp 190 per lembar saham. Dalam IPO, CDIA akan menunjuk enam perusahaan sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi efek atau joint lead underwriters.
Enam penjamin emisi yang telah ditetapkan perusahaan adalah PT BCA Sekuritas, PT BNI Sekuritas, PT DBS Vickers Sekuritas Indonesia, PT Henan Putihrai Sekuritas, PT OCBC Sekuritas Indonesia, dan PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk. Adapun kedua sekuritas yang dipakai CDIA dalam IPO ini sebelumnya juga pernah menjadi perusahaan penjamin efek dalam IPO entitas Barito Group yang terafiliasi dengan TPIA.
Henan Putihrai menjadi perusahaan penjamin efek yang mengantarkan PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) IPO pada Maret 2024 lalu. Saham CUAN kini sudah terbang 4.233% ke level Rp 11.875 sejak IPO. Saat IPO emiten afiliasi Prajogo Pangestu ini menetapkan harga di Rp 220 dan meraup dana segar Rp 371,8 miliar.
Adapun Chandra Daya Investasi adalah entitas khusus yang fokus pada investasi infrastruktur di sektor energi, air, dan pelabuhan. Melalui anak usaha PT Krakatau Chandra Energi (KCE) yang diakuisisi dari PT Krakatau Sarana Infrastruktur anak usaha PT Krakatau Steel Tbk pada 2023, CDIA mengelola berbagai operasional energi milik Chandra Asri Group.
