Babak Baru Chandra Daya Investasi (CDIA) Usai IPO, Bagaimana Arah Bisnisnya?
Anak usaha PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) memasuki babak baru usai mencatatkan penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (9/7).
Perusahaan milik orang terkaya Indonesia Prajogo Pangestu ini menjadi emiten ke-17 di bursa pada 2025. CDIA kelebihan permintaan (oversubscription) hingga 563,64 kali dengan total partisipasi 400.126 investor sepanjang masa penawaran.
Pada debut perdananya, saham CDIA dibuka menembus batas atas atau Auto Reject Atas (ARA) melesat 34,74% ke level Rp 256 per lembar. Volume saham yang diperdagangkan tercatat 328,20 ribu dengan nilai transaksinya Rp 84,02 juta. Lalu frekuensi perdagangannya tercatat sebanyak 270 kali. Adapun kapitalisasi pasar Chandra Daya Investasi pagi ini senilai Rp 31,96 triliun.
Presiden Direktur Chandra Daya Investasi, Fransiskus Ruly Aryawan, mengatakan IPO perusahaan di bidang infrastruktur ini menjadi momen penting bagi CDI Group dalam membangun fondasi yang kuat untuk pertumbuhan jangka panjang.
Selain itu Ruly mengatakan Asia Tenggara, termasuk Indonesia, saat ini berada dalam fase pertumbuhan industri yang dinamis dan menuntut dukungan infrastruktur yang andal dan efisien. Terutama kebutuhan akan layanan logistik, kepelabuhanan dan penyimpanan, jaringan energi serta pengelolaan air menjadi potensi yang besar dalam pengembangan perseroan.
“CDI Group melihat peluang strategis untuk terus memperluas layanan dan memperkuat peran kami sebagai penyedia solusi infrastruktur yang relevan dan terintegrasi.” kata Ruly di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (9/7).
Rencana Penggunaan Dana IPO
Usai IPO, berdasarkan prospektus, perusahaan akan mengalokasikan dana hasil IPO untuk mendukung pengembangan bisnis logistik dan pelabuhan. Setelah dikurangi biaya emisi saham, dana IPO sebesar sekitar Rp 871,75 miliar akan digunakan sebagai penyetoran modal kepada dua entitas anak usaha di bidang logistik, yakni PT Chandra Shipping International (CSI) dan PT Marina Indah Maritim (MIM).
Dana tersebut nantinya akan digunakan untuk pembelian kapal dan pembiayaan operasional. CSI juga akan menyalurkan sebagian dana tersebut kepada Chandra Maritime International Pte. Ltd. (CMI) untuk tujuan serupa. Selain itu, sekitar Rp 1,5 triliun akan dialokasikan untuk penyetoran modal kepada PT Chandra Samudera Port (CSP), anak usaha di sektor pelabuhan dan penyimpanan.
Seluruh dana ini kemudian akan diteruskan kepada PT Chandra Cilegon Port (CCP) untuk pembangunan tangki penyimpanan, pipa saluran ethylene, serta berbagai fasilitas pendukung lainnya. Perseroan menyatakan apabila dana hasil IPO tidak mencukupi, pembiayaan tambahan akan dipenuhi dari kas internal atau sumber pendanaan lainnya.
Di samping itu, Head of Customer Literation and Education Kiwoom Sekuritas, Oktavianus Audi, menilai harga IPO CDIA di kisaran Rp170– Rp190 per saham tergolong premium. Hal ini terlihat dari rasio PER yang diperkirakan berada di level 40–45 kali, jauh di atas rata-rata sektor infrastruktur logistik yang berada di kisaran 15–25 kali.
Namun, valuasi tersebut mencerminkan rencana ekspansi agresif perusahaan, termasuk pembelian kapal dan pengembangan terminal dari dana IPO. Kiwoom Sekuritas melihat saham CDIA memiliki prospek menarik untuk jangka panjang.
“Dari sisi rasio profitabilitas, menunjukkan posisi yang kuat terlihat dari NPM ~32% dan utang yang termanage terlihat dari DER 0,44x di full year 2024,” kata Audi kepada Katadata.co.id, Rabu (9/7).
Selain itu, Audi mengatakan valuasi akan menjadi menarik seiring dengan keberhasilan pertumbuhan eksponensial logistik & konektivitas maritim. Selain itu, jika CDIA berhasil menjaga leverage rendah dan funding 100% dari IPO akan menjadi keunggulan dalam jangka yang lebih panjang. Jika melihat harga IPO Rp170-190 dan melepas 10% atau setara 12,48 miliar saham baru maka estimasi kapitalisasi pasar CDIA akan mencapai Rp21,2-23,7 triliun
Kiwoom Sekuritas melihat seiring dengan terjadinya oversubscribed pada CDIA sebesar 400x (dari target Rp~2,4 triliun) dan juga melihat historical IPO dari konglomerasi Barito Grup cenderung alami peminat tinggi (seperti CUAN & BREN).
“Maka kami melihat peluang harga akan bergerak hingga 1-2x ARA menuju level 256-320. Meski demikian, saat ini pasar dapat memanfaatkan euphoria dalam jangka pendek,” tambah Audi.
