Indeks Wall Street Naik Didorong Saham Nvidia dan Raksasa Teknologi AS

Nur Hana Putri Nabila
10 Juli 2025, 06:28
wall street, bursa, saham
Antara
Ilustrasi - Bursa Wall Street. ANTARA/Reuters/Mike Segar
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Indeks bursa Wall Street di Amerika Serikat (AS) naik pada perdagangan saham Rabu (9/7)  didorong lonjakan saham Nvidia yang mencetak rekor kapitalisasi pasar.

Tak hanya itu, investor juga optimistis terhadap saham-saham teknologi meski dibayangi ketidakpastian terkait kebijakan tarif dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Indeks Nasdaq naik 0,94% ke level penutupan tertinggi sepanjang sejarah di 20.611,34. S&P 500 juga menguat 0,61% ke 6.263,26 dan Dow Jones Industrial Average bertambah 217,54 poin atau 0,49% ke posisi 44.458,30.

Saham Nvidia naik 1,8% dan sempat menembus kapitalisasi pasar US$ 4 triliun, menjadikan perusahaan publik pertama yang mencapai level tersebut. Saham teknologi besar lainnya seperti Meta Platforms, Microsoft, dan Alphabet juga turut naik, menandai kebangkitan minat investor terhadap sektor kecerdasan buatan (AI).

Kenaikan pasar terjadi meskipun ada kekhawatiran terhadap kebijakan perdagangan AS. Trump mengumumkan tarif baru terhadap produk dari sedikitnya enam negara, termasuk Filipina dan Irak.

Tarif ini menyusul kebijakan serupa terhadap 14 negara lain seperti Korea Selatan, Jepang, hingga Indonesia. Tarif baru tersebut akan berlaku mulai 1 Agustus dengan kisaran 20%–40%.

Selain itu, Trump juga mengumumkan tarif 50% atas impor tembaga, serta menyampaikan kemungkinan penerapan tarif hingga 200% terhadap obat-obatan impor dalam waktu satu hingga satu setengah tahun ke depan.

Pakar investasi di Baird, Ross Mayfield menilai menilai pasar saat ini cenderung mengabaikan ancaman tarif yang disampaikan Trump karena masih melihat peluang untuk negosiasi dan kesepakatan. Ia menyebut tenggat waktu penerapan tarif pada 1 Agustus kemungkinan diperpanjang.

 “Jika sebaliknya yang terjadi, saya rasa pasar tidak akan berada di level tertingginya saat ini,” ujar Mayfield, dikutip CNBC, Kamis (10/7).

 

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Nur Hana Putri Nabila

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...