Wall Street Menguat, Investor Tak Hiraukan Kebijakan Tarif Impor Trump

Nur Hana Putri Nabila
11 Juli 2025, 06:28
Wall Street
Wall Street
Wall Street
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Indeks bursa Wall Street Amerika Serikat (AS) naik pada perdagangan Kamis (10/7) dengan Indeks S&P 500 dan Nasdaq Composite mencapai rekor baru. Investor tampak mengesampingkan kekhawatiran terkait eskalasi tarif yang diumumkan oleh Presiden AS Donald Trump.

S&P 500 naik 0,27% ke level 6.280,46 dan Nasdaq Composite menguat tipis 0,09% menjadi 20.630,67. Indeks Dow Jones Industrial Average juga terangkat 192 poin atau 0,43% dan berakhir di level 44.650,64.

Kenaikan ini terjadi di tengah pernyataan Trump yang mengonfirmasi pemberlakuan tarif 50% untuk impor tembaga mulai 1 Agustus mendatang. Trump juga mengumumkan tarif serupa terhadap Brasil, yang menurutnya sebagai respons atas ketidakadilan perdagangan serta proses hukum terhadap mantan Presiden Jair Bolsonaro.

Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva menyatakan negaranya akan merespons kebijakan tersebut berdasarkan prinsip timbal balik ekonomi. Sejalan dengan itu, dampak dari kebijakan itu terlihat pada pelemahan ETF iShares MSCI Brazil (EWZ) yang turun 1,6% pada hari yang sama.

Sebelum pernyataan terhadap Brasil, Trump juga telah mengirim surat kepada pemimpin dari tujuh negara terkait penerapan tarif baru dan awal pekan ini ia juga menyurati 14 negara lainnya, termasuk Jepang dan Korea Selatan. Semua tarif tersebut dijadwalkan mulai berlaku pada 1 Agustus.

Kendati tensi dagang memanas, pasar saham AS tetap menunjukkan ketangguhannya, melanjutkan reli setelah sebelumnya sempat tertekan pada musim semi lalu.

Kepala riset dan strategi kuantitatif Horizon Investment, Mike Dickson, menilai naiknya pasar di tengah ketidakpastian tarif merupakan hal luar biasa. Ia menyebut valuasi yang kini berada di atas level awal tahun menunjukkan bahwa pasar mulai kebal terhadap sentimen negatif.

“Pasar telah menjadi sangat tidak peka terhadap semua dinamika ini, dan menurut saya ada alasan yang baik untuk itu,” ujar Dickson seperti dikutip dari CNBC, Jumat (11/7).

Wall Street juga membukukan kenaikan pada sesi Rabu, terutama didorong oleh sentimen positif seputar perdagangan berbasis kecerdasan buatan. Saham Nvidia melonjak hampir 2% dan menjadikannya perusahaan publik pertama dengan valuasi mencapai US$ 4 triliun. Saham raksasa chip itu kembali naik 0,8% pada Kamis, mempertahankan level kapitalisasi tersebut.

Secara mingguan, indeks S&P 500 dan Nasdaq Composite berada di zona hijau, sementara Dow Jones diproyeksi turun tipis sekitar 0,4%.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Nur Hana Putri Nabila

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...