Wall Street Menguat, Nasdaq dan S&P 500 Catat Rekor Beruntun

Karunia Putri
18 Juli 2025, 06:16
Ilustrasi bursa Wall Street, New York Stock Exchange, Amerika Serikat
Unsplash.com
Ilustrasi bursa Wall Street, New York Stock Exchange, Amerika Serikat
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Indeks bursa Wall Street di Amerika Serikat ditutup naik pada perdagangan Kamis (17/7) waktu setempat. Indeks S&P 500 dan Nasdaq Composite mencetak rekor penutupan baru, seiring respon positif investor terhadap data ekonomi serta laporan keuangan yang menunjukkan daya beli konsumen AS masih solid.

Nasdaq Composite naik 153,78 poin atau 0,74% ke level 20.884,27. Indeks ini telah mencetak rekor penutupan dalam enam dari tujuh sesi terakhir.

Sementara itu, S&P 500 menguat 33,66 poin atau 0,54% ke posisi 6.297,36, menjadi penutupan terbaik keenam sejak 27 Juni. Indeks Dow Jones Industrial Average juga turut naik 229,71 poin atau 0,52% ke level 44.484,49.

Penguatan ini menjadi kelanjutan dari reli yang sempat terhambat oleh pengumuman tarif oleh Presiden Donald Trump pada awal April lalu. Dalam pekan ini, pasar dihadapkan dengan rilis data ekonomi dan dimulainya musim laporan keuangan kuartal kedua.

“Data ekonomi dan laporan pendapatan menunjukkan kondisi ekonomi masih cukup solid. Pasar mampu bergerak lebih tinggi pekan ini karena ditopang oleh data yang mendukung,” ujar Kepala Strategi Pasar di Ameriprise Financial Anthony Saglimbene, dikutip dari Reuters pada Jumat (18/7).

Penjualan ritel AS dilaporkan melonjak tajam pada Juni. Hal ini memberi sinyal momentum ekonomi dan kepercayaan konsumen mulai pulih. Meskipun data inflasi campuran dengan harga produsen yang stagnan dan lonjakan inflasi konsumen masih menjadi perhatian, pasar tetap bereaksi positif.

Investor juga mencermati apakah kebijakan tarif Trump mulai berdampak signifikan terhadap perekonomian AS. Federal Reserve sendiri telah mengisyaratkan bahwa mereka belum akan memangkas suku bunga sampai terlihat jelas dampak inflasi akibat kenaikan pajak impor.

Gubernur The Fed, Adriana Kugler, mengatakan pemangkasan suku bunga masih ditunda karena adanya tekanan harga dari tarif impor. Berdasarkan alat FedWatch dari CME, pelaku pasar kini memperkirakan peluang pemangkasan suku bunga pada September sebesar 54%, sementara kemungkinan pemangkasan pada Juli dianggap kecil.

Selain data ekonomi, optimisme juga datang dari sejumlah laporan kinerja perusahaan yang positif. Terutama dari sektor yang langsung bersentuhan dengan konsumen.

Saham PepsiCo melonjak 7,5% berkat peningkatan permintaan minuman berenergi dan soda yang lebih sehat. United Airlines naik 3,1% setelah memprediksi permintaan yang lebih tinggi sejak awal Juli, memberikan angin segar di tengah tekanan industri penerbangan akibat pemangkasan anggaran dan tensi perdagangan. Saham Delta dan American Airlines juga naik lebih dari 1,4%.

Saham teknologi ikut menguat, terutama produsen chip setelah Taiwan Semiconductor Manufacturing Company (TSMC) melaporkan laba kuartalan tertinggi sepanjang masa, seiring permintaan chip berbasis kecerdasan buatan (AI) yang terus meningkat. Saham TSMC yang terdaftar di AS naik 3,4%, diikuti Marvell yang naik 1,6% dan Nvidia yang menguat 1%.

Menurut Saglimbene, lonjakan laba TSMC menjadi sinyal positif bagi sektor teknologi secara keseluruhan. 

“Sebelum Big Tech merilis laporan laba dalam satu hingga dua minggu ke depan, kita sudah mendapatkan sinyal dari satu-satunya produsen chip AI besar bahwa permintaan sangat kuat. Itu sebabnya teknologi memimpin penguatan hari ini,” ujarnya.

Sektor teknologi dan industri mencetak rekor penutupan tertinggi pada Kamis, tetapi sektor keuangan menjadi penopang utama hari itu dengan kenaikan 0,9%.

Saham Netflix juga naik 1,9%. Setelah perdagangan ditutup, perusahaan melaporkan pendapatan yang melampaui ekspektasi, didorong oleh musim terakhir serial fenomenal global Squid Game.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Karunia Putri

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...