Chandra Asri (TPIA) Tiba-Tiba Raup Untung Rp 26 T Usai Rugi Sejak 2022, Ada Apa?
PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) mencatatkan laba bersih pada semester pertama tahun ini mencapai US 1,6 miliar atau setara Rp 26 triliun, berbalik dibandingkan rugi US$ 46 juta pada periode yang sama tahun lalu. TPIA juga mencatatkan rugi pada kuartal I 2025 yang mencapai US$ 23,6 juta.
“Dengan bangga kami sampaikan capaian kami sepanjang paruh pertama tahun 2025. Dengan keberhasilan akuisisi Aster Chemicals and Energy Pte. Ltd. (Aster) dari Shell pada 1 April 2025, kami berhasil mencatat laba bersih sebesar US$ 1,6 miliar," ujar Chief Financial Officer dan Direktur Perseroan Andre Khor dalam siaran pers, dikutip Jumat (1/8).
Lantas apa faktor yang membuat induk usaha PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) ini membukukan keuntungan?
Andre Khor menjelaskan, kontributor utama kinerja laba ini adalah pencatatan keuntungan dari pembelian dengan harga rendah (bargain purchase accounting) atau negative goodwill yang berasal dari akuisisi Aster pada April 2025. Aksi korporasi ini, menurut dia, tidak hanya memberikan nilai tambah, tetapi juga memperkuat struktur keuangan TPIA.
" Akuisisi ini merupakan langkah besar dalam memperluas kehadiran regional Chandra Asri Group di sektor kimia, energi, dan infrastruktur, serta memberikan manfaat sinergi bagi Indonesia—mulai dari integrasi industri hingga peningkatan daya saing," kata dia.
Berdasarkan laporan keuangan yang dipublikasikan perseroan, pendapatan TPIA pada semester pertama tahun ini melonjak lebih dari tiga kali lipat dari US$ 866 juta menjadi US$ 2,93 miliar. Namun, beban pokok pendapatan juga melonjak dari US$ 853 juta menjadi US$ 3,02 miliar sehingga TPIA masih membukukan rugi kotor US$ 99,52 juta.
Di sisi lain, ada keuntungan lain-lain yang mencapai US$ 1,86 miliar pada paruh pertama tahun ini sehingga TPIA mampu membukukan laba bersih US$ 1,6 miliar. Keuntungan lain-lain ini terutama diperoleh dari keuntungan akuisisi yang mencapai US$ 1,75 miliar.
Dengan demikian, jika tak memperhitungkan keuntungan dari akuisisi Aster, kinerja TPIA masih akan mencatatkan kerugian sekitar US$ 136 juta.
IPO CDIA hingga Raih Pembiayaan Sustainability
Andre juga membanggakan keberhasilan Penawaran Umum Perdana atau Initial Public Offering (IPO) dari anak usaha mereka, PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) pada 9 Juli 2025. CDIA mencetak rekor baru di Bursa Efek Indonesia, dengan oversubscription IPO sebesar 15 kali dari target awal Rp 2,37 triliun dan menerima lebih dari 430 ribu pesanan dari sekitar 400 ribu investor.
"Capaian ini setara dengan rekor luar biasa sebesar 564 kali pada sistem e-pooling investor ritel. Hasil ini mencerminkan kepercayaan investor terhadap arah pertumbuhan CDIA," kata dia.
Andre juga menyampaikan capaian TPIA yang berhasil memenuhi target kinerja dari pembiayaan sustainability-linked loan, sehingga memperoleh pengurangan margin dan menurunkan biaya pinjaman. Pencapaian ini menegaskan komitmen kuat perseroan terhadap sustainability, khususnya melalui pengurangan emisi gas rumah kaca dan peningkatan peringkat sustainability dari pihak ketiga.
