Adu Kinerja Emiten Otomotif ASII, AUTO, IMAS di Tengah Lesunya Penjualan Mobil
Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia atau Gaikindo mencatat, penjualan mobil pada semeter pertama tahun ini mencapai 390.467 unit, anjlok 9,7% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Hal ini terefeleksi pada kinerja PT Astra International Tbk (ASII) dan anak usahanya PT Astra Otoparts Tbk (AUTO) tercatat turun, sedangkan PT Indomobil Sukses Internasional Tbk (IMAS) justru mencatatkan kenaikan laba.
Berdasarkan data perdagangan BEI hari ini, saham ASII naik 1,43% atau 70 poin ke level 4.970, tetapi terkoreksi sebesar 2,55% selama sepekan terakhir. Adapun saham anak usahanya, AUTO tidak bergerak dari level 2.140 pada perdagangan hari ini. Saham AUTO terkoreksi tipis 0,47%. Sementara saham IMAS tumbuh 1,92% atau 20 poin ke level 1.060, dan terdongkrak 1,92% selama satu pekan terakhir.
Berikut kinerja ASII, AUTO, dan IMAS:
Laba ASII Susut 2,15%
Raksasa otomotif Astra International (ASII) membukukan laba Rp 15,15 triliun sepanjang semester pertama 2025. Torehan itu turun 2,15% secara tahunan atau year on year (yoy) dibandingkan laba bersih periode yang sama tahun sebelumnya Rp 15,85 triliun.
Presiden Direktur Astra International, Djony Bunarto Tjondro, mengatakan kinerja perusahaan pada semester pertama tahun 2025 turun dibandingkan periode yang sama tahun lalu, seiring dengan kondisi bisnis yang menantang. Hal ini terutama disebabkan oleh penurunan kontribusi dari bisnis jasa penambangan, pertambangan batu bara, dan mobil.
“Dampak dari kondisi harga batu bara yang lebih rendah dan lemahnya pasar mobil nasional, dapat menyebabkan kinerja Grup yang relatif sama untuk sisa tahun ini,” kata Djony dalam siaran persnya, dikutip Kamis (31/7).
Meski begitu, ASII mencatatkan pertumbuhan pendapatan menjadi Rp 162,85 triliun dari Rp 159,96 triliun dalam periode yang secara tahunan. Beban pokok pendapatan ASII juga meningkat dari Rp 128,02 triliun menjadi Rp 124,36 triliun.
AUTO Catatkan Penurunan Laba 7,4%
Divisi bisnis otomotif dari Grup Astra PT Astra Otoparts Tbk (AUTO) mencatatkan laba bersih sebesar Rp 938,96 miliar pada paruh pertama 2025. Angka tersebut menyusut 7,4% dibandingkan laba bersih periode yang sama tahun sebelumnya yakni sebesar Rp 1,01 triliun secara tahunan. Penurunan disebabkan melemahnya volume penjualan di tengah kondisi lesunya pasar otomotif nasional.
Pendapatan perseroan tumbuh sebesar 4,2% menjadi Rp Rp 9,58 triliun dari Rp 9,19 triliun dalam periode yang sama tahun lalu. Peningkatan pendapatan AUTO ini didorong oleh pertumbuhan pendapatan lokal dan ekspor yang masing-masing meningkat menjadi Rp 5,40 triliun dan Rp 919,66 miliar.
Seiring dengan kenaikan pendapatan, beban pokok pendapatan AUTO juga menebal menjadi Rp 8,05 triliun dari Rp 7,76 triliun secara tahunan.
Laba IMAS Tumbuh 9,3%
Emiten otomotif Indomobil Sukses (IMAS) mencatatkan laba bersih sebesar Rp 43,15 miliar pada paruh pertama 2025. Angka tersebut naik 9,35% dibandingkan laba bersih periode yang sama tahun sebelumnya yakni sebesar Rp 39,46 miliar.
Sementara itu, pendapatan perseroan juga tumbuh sebesar 2,57% menjadi Rp 14,76 triliun dari Rp 14,39 triliun dalam periode yang sama tahun lalu. Peningkatan pendapatan IMAS didorong oleh pertumbuhan penjualan dari total pendapatan pihak ketiga sebesar Rp 13,68 triliun sementara pendapatan dari pihak berelasi sebesar Rp 1,07 triliun.
Seiring dengan kenaikan pendapatan, beban pokok pendapatan IMAS juga naik menjadi Rp 11,66 triliun dari Rp 11,47 triliun secara tahunan.
