Bedah Kinerja ITMG, Produksi dan Akuisisi di Tengah Tantangan Harga Batu Bara
PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) mencatatkan kinerja solid dari sisi operasional sepanjang paruh pertama 2025. Meski pendapatan dan laba bersih tertekan penurunan harga batu bara.
Perusahaan meningkatkan produksi dan volume penjualan, namun rata-rata harga jual (average selling price/ASP) anjlok hampir 20% seiring tren melemahnya harga acuan batu bara global. Sebagai salah satu pemain besar di industri batu bara nasional, ITMG pun baru saja merilis laporan keuangan semester I 2025.
Laporan ini memberi gambaran bagaimana perusahaan menghadapi tantangan harga sekaligus menyiapkan langkah diversifikasi bisnis ke sektor mineral strategis. Di tengah tekanan harga, ITMG tetap mencatat laba periode berjalan sebesar US$ 91 juta atau sekitar Rp 1,48 triliun hingga akhir Juni 2025.
Pendapatan mencapai US$ 919 juta, turun 12% dibandingkan tahun lalu. Meski terdapat penurunan laba, efisiensi biaya produksi dan operasional membantu menjaga profitabilitas. Selain itu, perseroan mulai melebarkan sayap ke bisnis nikel melalui akuisisi saham di PT Adhi Kartiko Pratama Tbk (NICE).
“ITMG mencatatkan peningkatan produksi batu bara sebesar 12% yoy mencapai 10,4 juta ton, disertai dengan peningkatan volume penjualan sebesar 8% menjadi 11,7 juta ton,” tulis manajemen ITMG dalam keterangan resminya, Selasa (12/8).
Meski volume penjualan naik 8% year-on-year, pendapatan tertekan oleh penurunan rata-rata harga jual (ASP) batu bara sebesar 19%, dari US$97 per ton per Juni 2024 menjadi US$ 78 per ton di Juni 2025, seiring melemahnya harga acuan batubara, khususnya Indonesia Coal Index (ICI).
Produksi batu bara ITMG pada sepanjang enam bulan pertama meningkat. Perusahaan menekan beban pokok pendapatan sebesar 10% menjadi US$ 695 juta dari US$ 774 juta hingga Juni 2025.
Penurunan ini ditopang oleh biaya operasional yang lebih rendah serta efisiensi pada biaya-biaya yang dapat dikendalikan. Secara tahunan, beban penjualan turun US$ 2 juta, beban umum dan administrasi naik US$ 4 juta, sehingga total beban operasional hingga Juni 2025 tercatat sebesar US$ 100 juta.
ITMG akuisisi perusahaan tambang nikel
Adapun ITMG telah mengakuisisi 9,62% saham PT Adhi Kartiko Pratama Tbk (NICE) dengan nilai transaksi US$ 16 juta atau Rp 260,67 miliar.
Manajemen ITMG menyebut langkah ini menjadi pencapaian penting dalam strategi transformasi bisnis ITMG dan mencerminkan komitmen perusahaan terhadap transisi yang berkelanjutan dan bertanggung jawab.
“Dan menandai langkah pertama ITMG dalam sektor mineral strategis dengan memasuki industri nikel,” ujar manajemen ITMG.
