Grup Djarum Guyur Triliunan Rupiah ke SSIA Sejak Tahun Lalu, Kini Kuasai 10,24%

Nur Hana Putri Nabila
19 Agustus 2025, 18:36
Grup djarum, SSIA
ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin/nz
Ilustrasi.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Perusahaan holding milik Grup Djarum, PT Dwimuria Investama Andalan terus menambah kepemilikan saham di emiten properti PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) hingga mencapai 10,24% pada pertengahan bulan ini. Meski baru terdaftar sebagai pemegang saham SSIA di atas 5% pada Juli 2025, Grup Djarum telah mengguyurkan modal Rp 3,1 triliun ke grup properti ini sejak tahun lalu. 

 

"Tahun lalu SSIA dapat kucuran dana Rp 3,1 triliun dari Grup Djarum, dan belum tahu akan menambah lagi atau tidak," kata Erlin Budiman, Vice President of Investor Relations & Sustainability SSIA saat media visit ke The Manor Office Building SSIA, Karawang, Selasa (19/8).

Surya Semesta sebelumnya melakukan pengalihan 36,5% saham anak perusahaan PT Surya Cipta Swadaya melalui penerbitan saham baru kepada entitas anak Grup Djarum, PT Puri Lestari. Total nilai transaksi mencapai Rp 3,1 triliun. Dana tersebut digunakan untuk mengembangkan kawasan industri Subang Smartpolitan. 

 

Meski sudah menanamkan investasi di anak usaha SSIA sejak tahun lalu, Grup Djarum baru tercatat sebagai pemegang saham dengan kepemilikan di atas 5% sejak Juli 2025. Pembelian saham pertama dilakukan pada 4 Juli 2025 dengan mencaplok 247,99 juta atau 5,27% saham.   

Grup Djarum pun terus menambah kepemilikan sahamnya di SSIA. Berdasarkan data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) kepemilikan di atas 10,24 hingga 15 Agustus 2025.

Adapun Grup Djarum kini menggenggam 36,5% saham anak usaha SSIA, yakni PT Suryacipta Swadaya yang berdiri tahun 1990.  

Lewat anak usaha PT Suryacipta Swadaya, SSIA mengelola kawasan industri Suryacipta City of Industry di Karawang seluas 1.400 hektare dan kawasan terpadu Subang Smartpolitan di Subang seluas 2.717 hektare. Perseroan juga memiliki bisnis residensial, resort di Bali, dan kontraktor nasional PT Nusa Raya Cipta.

Di bidang hospitality, SSIA menaungi operator Umana Bali LXR Hotels & Resorts, Gran Meliá Jakarta, Meliá Bali, serta jaringan Batiqa Hotels. Diversifikasi ini menempatkan SSIA sebagai pemain penting di industri properti, konstruksi, dan perhotelan Indonesia.

Target Harga SSIA

Samuel Sekuritas merekomendasikan untuk membeli saham SSIA dengan target harga Rp 4.000 per saham. Saat ini harga saham SSIA di kisaran Rp 2.600. 

Ada tiga alasan utama yang membuat prospek SSIA terlihat menjanjikan. Pertama, SSIA berpeluang besar masuk ke indeks MSCI Small Cap, yang bisa menarik minat investor global. Kedua, perusahaan diperkirakan mampu menjual lahan seluas 60–70 hektare per tahun dalam beberapa tahun ke depan.

Potensi penjualan lahan ini didukung oleh tiga keunggulan antara lain akan ada akses jalan tol dan pelabuhan Patimban yang mempermudah konektivitas. Selain itu, SSIA punya cadangan tanah paling luas di wilayah tersebut.

Adapun alasan ketiga berkaitan dengan biaya tenaga kerja di area tersebut tergolong paling murah. Dengan faktor tersebut, analis menaikkan proyeksi harga saham SSIA yang artinya ada potensi kenaikan sekitar 38% dari posisi saat ini. 

“Risikonya tantangan pelaksanaan, penundaan dalam pengembangan jalan tol dan pelabuhan Patimban, perubahan regulasi,”  kata analis Samuel Sekuritas. 

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Nur Hana Putri Nabila
Editor: Agustiyanti

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...