BEI Cabut Suspensi Saham KBLV, IMPC, FUTR Mulai Besok, Ini Kinerja Keuangannya
Bursa Efek Indonesia akan mencabut penghentian sementara atau suspensi perdagangan saham tiga emiten, yakni PT First Media Tbk. (KBLV), PT Impack Pratama Industri Tbk. (IMPC), dan PT Futura Energi Global Tbk. (FUTR) mulai sesi I perdagangan besok, Selasa (26/8).
Suspensi saham terhadap KBLV dilakukan BEI sejak 25 Agustus 2025. Sedagkan suspensi terhadap salam IMPC berlangsung sejak 13 Agustus 2025 dan FUTR sejak 19 Agustus 2025.
Mengutip keterbukaan informasi di BEI, penghentian sementara ketiga saham emiten ini dilakukan otoritas seiring dengan meningkatnya harga kumulatif pada saham KBLV, IMPC, dan FUTR. Kebijakan suspensi ditempuh dalam rangka colling down sebagai bentuk perlindungan terhadap investor.
Adapun harga saham KBLV melesat 68,18% pada pekan lalu atau 296% dalam sebulan terakhir. Harga saham IMPC yang disuspensi sejak dua pekan lalu naik 110% dalam sebulan terakhir, sedangkan harga saham FUTR melesar 223% dalam sebulan terakhir.
Kinerja Keuangan FUTR, IMPC, KBLV
FUTR mencatatkan laba bersih meningkat pada semester pertama tahun ini menjadi R[ 3,7 miliar dibandingkan semester I 2024 sebesar Rp 1,07 miliar.
Kinerja laba meningkat meski pendapatan anjlok dari Rp 58,51 miliar menjadi Rp 21,75 miliar. Kenaikan laba ditopang oleh beban pokok pendapatan yang turun lebih dalam dari Rp 53,45 miliar menjadi Rp 13,16 miliar.
Kinerja laba meningkat meski pendapatan anjlok dari Rp 58,51 miliar menjadi Rp 21,75 miliar. Kenaikan laba ditopang oleh beban pokok pendapatan yang turun lebih dalam dari Rp 53,45 miliar menjadi Rp 13,16 miliar.
Penurunan pendapatan juga terjadi pada kinerja IMPC pada semester I 2025. Pendapatan perusahaan turun dari Rp 1,79 triliun menjadi Rp 1,9 triliun. Meski demikian, perseroan juga mencatat laba bersih naik dari Rp 272,76 miliar menjadi Rp 295,64 miliar.
Kinerja laba yang lebih baik juga dicatatkan oleh KBLV pada semester I 2025 yang mencapai Rp 1,26 triliun, berbalik dibandingkan rugi Rp 44 miliar pada semester I 2024.
Kinerja laba ini diperoleh dari kenaikan nilai wajar atas aset keuangan sebesar Rp 1,26 triliun. Sedangkan pendapatan perusahaan anjlok dari Rp 13,15 miliar menjadi Rp 954 juta.
