Kilau Saham ARCI, ANTM, HRTA hingga BRMS Saat Harga Emas Melesat, Mana Menarik?
Sejumlah emiten emas dibuka menguat pada perdagangan hari ini, Rabu (3/9). Penguatan tersebut didorong naiknya harga emas spot lebih dari 1% dan sempat menembus US$ 3.529,93 per ons, tertinggi sepanjang masa pada perdagangan kemarin, Selasa (2/9) waktu setempat.
Kenaikan harga emas spot didongkrak ekspektasi kuat pemangkasan suku bunga Federal Reserve (The Fed) serta meningkatnya permintaan aset safe haven di tengah ketidakpastian geopolitik dan ekonomi global.
Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia, harga saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) dibuka naik 2,02% atau 10 poin ke level 3.540. Begitu pula dengan saham PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) naik 1,90% atau 10 poin ke level 545.
Saham PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) juga terpantau naik 3,35% atau 30 poin ke level 875 diikuti PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) anik 1,95% atau 50 poin ke level 2.620 dan PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) naik 6,16% atau 45 poin ke level 775.
Sebelumnya, pada perdagangan saham Selasa (2/9) kemarin, saham emas terpantau bergairah. ARCI naik 11,18% ke Rp 845, ANTM melonjak 8,44% ke Rp 3.470, dan MDKA tumbuh 3,21% ke Rp 2.570. Kemudian diikuti BRMS yang melesat 10,29% ke Rp 525 dan saham HRTA terangkat 4,29% ke level Rp 730.
Meski begitu, seiring dengan fluktuasi harga, saham saham emiten emas justru mengalami penurunan pada perdagangan pagi. Pada penutupan perdagangan sesi I, mayoritas harga saham emiten emas justru ditutup di zona merah seperti saham PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB), BRMS, ANTM, MDKA, AMMN dan UNTR. Saham emiten emas yang ditutup di zona hijau pada sesi 1 antara lain ARCI dan HRTA.
Sejumlah analis kemudian memberikan rekomendasi kepada para investor yang berinvestasi pada saham sektor emas. Analis BinaArtha Sekuritas, Ivan Rosanova merekomendasikan untuk buy on weakness saham ANTM di Rp 3.200–3.300 dengan target harga ke 3590, 3740, 3940, dan 4200. Kemudian Ivan juga merekomendasikan untuk beli saham MDKA di harga Rp 2.250–2.350 dengan target harga ke 2730, 2890, 3130, dan 3360.
CGS International Sekuritas Indonesia juga merekomendasikan untuk speculative buy saham PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) target kenaikan di Rp 870–Rp 895 dan support di Rp 820.
Selain itu Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta Utama memberikan rekomendasi beli secara bertahap dengan target harga BRMS di level 590. Bahkan BRMS bakal masuk dalam radar MarketVector Global Gold Miners Index (MVGDX) pada periode hasil tinjauan atau rebalancing September 2025. Indeks yang dikelola oleh VanEck ini berisi perusahaan besar di sektor tambang emas dunia.
Harga Emas Spot Cetak Rekor Baru Harga
Harga emas spot tercatat naik lebih dari 1% dan sempat menembus level US$ 3.529,93 per ons, tertinggi sepanjang masa pada Selasa (2/9) waktu setempat. Kenaikan tersebut didorong ekspektasi kuat pemangkasan suku bunga Federal Reserve (The Fed). Sentimen lainnya berasal dari meningkatnya permintaan aset safe haven di tengah ketidakpastian geopolitik dan ekonomi global.
Merujuk laporan reuters, berdasarkan data harga emas spot menguat 1,5% ke posisi US$ 3.529,01 per ons pada pukul 14.00 EDT (18.00 GMT). Sejak awal tahun, logam mulia ini sudah melesat 34,5%.
Membludaknya investasi investor ke logam mulia tersebut terjadi di tengah meningkatnya keyakinan akan pemangkasan suku bunga Federal Reserve dan risiko politik serta ekonomi yang masih ada. Harga emas spot naik 1,5% menjadi $3.529,01 per ons pada pukul 14.00 EDT (18.00 GMT), setelah sempat mencapai level tertinggi $3.529,93. Emas batangan telah menguat 34,5% tahun ini.
"Pasar emas memasuki periode musiman yang kuat untuk konsumsi, ditambah dengan ekspektasi pemangkasan suku bunga pada pertemuan The Fed bulan September. Kami terus memperkirakan rekor tertinggi baru," kata analisa logam mulia di Standard Chartered Bank, Suki Cooper, seperti dikutip Rabu (3/9).
