Kalbe Farma (KLBF) Bagikan Kisi-Kisi Dividen Tahun Buku 2025, Rasio Masih Sama?
Emiten sektor farmasi PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) memberikan kisi-kisi dividen yang akan dibagikan kepada para pemegang saham pada tahun buku 2025. Direktur Keuangan KLBF Kartika Setiabudy mengungkapkan perseroan berupaya menjaga payout ratio sesuai dengan rata-rata tiga tahun terakhir sebesar 52%.
Ia menyadari posisi pasar dan ekonomi saat ini masih bergerak tidak stabil. Meski begitu, perusahaan tetap berupaya memberikan dividen yang konsisten kepada pemegang saham.
“KLBF sangat memperhatikan bagaimana kita memberikan return yang baik bagi para pemegang saham,” kata Kartika dalam paparan publik 2025 Bursa Efek Indonesia, Jumat (12/9).
Bila menilik jejak pembagian dividen pada tahun buku sebelumnya, Kalbe Farma termasuk emiten yang rajin membagikan dividen kepada para pemegang sahamnya.
Pada 2024, KLBF membagikan dividen sebesar Rp 1,68 triliun atau sebesar Rp 36 per saham dengan payout ratio sebesar 52% kepada pemegang sahamnya. Pada 2023, Kalbe Farma membagikan dividen sebesar Rp 1,43 triliun atau sebesar Rp 31 per saham kepada investornya.
Kalbe Farma Dua Kali Buyback Sepanjang 2025
Kartika menyampaikan, perseroan telah melangsungkan pembelian saham kembali atau buyback selama 2 kali dalam tahun ini di tengah gejolak harga saham.
Dalam pengumuman terbaru mengenai aksi korporasi tersebut, Kalbe Farma menggelontorkan dana sebesar Rp 250 miliar untuk buyback. Periode buyback telah berlangsung sejak 4 September 2025 lalu sampai 3 Desember 2025.
Buyback saham juga dilakukan Kalbe pada periode Mei hingga Agustus 2025 dengan nominal yang sama Rp 250 miliar. Aksi ini dilakukan rutin dalam periode masing-masing tiga bulan untuk mendukung harga saham Kalbe Farma.
“Ini mencerminkan keyakinan manajemen untuk mendukung kondisi pasar modal yang kita alami saat ini termasuk untuk mendukung harga saham,” ujar Kartika.
Pada perdagangan sesi pertama hari ini, harga saham KLBF tercatat turun 1,25% atau 15 poin ke level 1.185. Sejak satu pekan yang lalu, harga saham KLBF bergerak fluktuatif dengan kenaikan 0,42%. Adapun sejak awal tahun, harga saham KLBF terkoreksi sebesar 12,87%.
Kinerja Keuangan KLBF
Sepanjang semester pertama tahun ini, Kalbe Farma membukukan laba bersih sebesar Rp 1,97 triliun. Torehan tersebut naik 9,44% dibandingkan dengan laba bersih perseroan pada periode yang sama tahun sebelumnya yakni Rp 1,80 triliun.
Pertumbuhan laba bersih turut didorong dari pertumbuhan penjualan perseroan menjadi Rp 17,07 triliun dari Rp 16,32 triliun secara tahunan atau year on year (yoy).
Kartika menyampaikan, perseroan telah menurunkan target penjualan hingga akhir tahun dari 8 - 10% menjadi 6 - 8% hingga akhir tahun 2025.
Turunnya target perseroan disebabkan terjadi penyusutan penjualan di segmen nutrisi. Adapun penjualan segmen nutrisi turun 3,3% dari Rp 4,13 triliun menjadi Rp 4 triliun secara yoy.
Sementara penjualan segmen kesehatan mengalami pertumbuhan 5,3% menjadi Rp 2,44 triliun dari Rp 2,32 triliun. Penjualan segmen obat resep naik 9,4% menjadi Rp 4,94 triliun dari Rp 4,51 triliun secara yoy.
