Langkah Kuda Semen Indonesia (SMGR) Bidik Ekspor ke Amerika, Arab hingga Afrika

Karunia Putri
15 September 2025, 05:50
Semen ekspor
ANTARA FOTO/ARNAS PADDA
Buruh angkut membongkar muat semen di Pelabuhan Paotere, Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (27/7/2019).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Emiten pelat merah, PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) akan memperluas pangsa pasar ekspor ke Amerika Serikat hingga wilayah Afrika dan Arab Saudi. Aksi tersebut dilakukan karena penjualan semen di dalam negeri sedang menurun. 

Direktur Sales dan Marketing Semen Indonesia Dicky Saelan mengatakan, upaya perluasan pangsa ekspor tersebut dibantu karena fasilitas produksi semen khusus di Tuban, Jawa Timur telah sampai di tahap uji coba pengiriman. 

Melalui kerja sama bersama rekan bisnis Taiheiyo Cement Corporation, Semen Indonesia menargetkan dapat mengekspor sampai 1 juta ton semen per tahun ke negeri Paman Sam tersebut

“Mudah-mudahan ini bisa terealisasi di kuartal keempat tahun ini,” kata Dicky dalam paparan publik 2025 Bursa Efek Indonesia, Jumat (12/9).

Selain ke Amerika Serikat, langkah ekspor Semen Indonesia juga membidik wilayah Afrika dan Arab Saudi. Saat ini, SMGR sudah melakukan ekspor semen ke Australia, Bangladesh, Taiwan, Filipina dan Timor Leste.

Lebih lanjut, Dicky menyebut saat ini Eropa sedang membutuhkan pasokan semen hijau. Melihat peluang tersebut, Dicky memandang hal tersebut menjadi prospek cerah bagi perseroan untuk menjajakkan semen hijau SMGR ke pasar Eropa. 

“Dengan semen hijau kita berharap bisa memberikan kontribusi yang lebih besar di masa depan,” kata Dicky.

Semen hijau merupakan inovasi di industri bahan bangunan yang lebih ramah lingkungan. Produk ini dibuat dengan proses dan bahan baku yang mampu menekan emisi karbon secara signifikan dibandingkan semen konvensional.

Kinerja Usaha SMGR

Pada semester pertama 2025, Semen Indonesia membukukan laba bersih sebesar Rp 39,97 miliar. Laba bersih perseroan merosot 92,02% bila dibandingkan dengan laba bersih perseroan pada periode yang sama tahun 2024, yakni Rp 501,47 miliar.

Adapun pendapatan Semen indonesia juga melorot 4,88% menjadi Rp 15,60 triliun dari Rp 16,41 triliun secara tahunan atau year on year (yoy). Pendapatan perseroan berasal dari segmen penjualan semen sebesar Rp 11,92 triliun, penjualan terak Rp 1,84 triliun, beton jadi dan siap pakai sebesar Rp 670,59 miliar, bahan bangunan non-semen sebesar Rp 635,22 miliar serta jasa konstruksi senilai Rp 198,33 miliar.

Penurunan pendapatan terjadi karena ada penurunan penjualan semen di tanah air sebesar 2,5%, sementara penjualan semen ke luar negeri tumbuh 24,9%.

Sementara itu, sepanjang tahun 2024, Semen Indonesia membukukan pendapatan sebesar Rp 22,03 triliun dari produk semen hijau dan produk turunan ramah lingkungan. Segmen ini berkontribusi sebanyak 61% dari total pendapatan perseroan sepanjang tahun tersebut.




Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Karunia Putri

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...